Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah akan mengurangi kebutuhan virgin plastik yaitu pelet dimana pelet ini terbuat dari minyak bumi

Pemerintah akan mengurangi kebutuhan virgin plastik yaitu pelet dimana pelet ini terbuat dari minyak bumi

Pemerintah akan Terapkan Proses Pengadaan Barang Berbasis Ramah Lingkungan

Selasa, 23 Juni 2020 | 10:10 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Impor plastik scrap menjadi masalah besar di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah membangun roadmap untuk membatasi jumlah impor plastik scrap.

Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK Ujang Solihin Sidik mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan sampah yang ada di dalam negeri, kemudian pemerintah akan mengurangi kebutuhan virgin plastik yaitu pelet dimana pelet ini terbuat dari minyak bumi.

KLHK juga akan membuat kebijakan bahwa barang barang dari hasil daur ulang harus menjadi prioritas dalam proses pengadaan barang dan jasa.

KLHK bersama dengan Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa sedang membangun kebijakan Green Procurement, ke depannya barang barang yang memang hasil daur ulang akan mendapatkan label khusus bahwa ini akan menjadi prioritas di pengadaan barang dan jasa khususnya di pemerintahan.

“Saat ini yang sudah terpasang label prioritas di pengadaan barang pemerintah adalah kertas,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (23/6).

Pemerintah tengah mengupayakan proses pengadaan barang dan jasa ramah lingkungan, saat ini pengadaan barang dan jasa semakin meningkat dan harus memperhatikan aspek lingkungan.

Dasar hukum green procurement ini antara lain Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan keluarnya kebijakan mengenai green procurement ini, semua proses pengadaan barang akan memperhatikan aspek lingkungan.

Untuk mendukung target pemerintah dalam mengurangi sampah, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan pihaknya sudah mempunyai gerakan #BijakBerplastik yang telah dijalankan sejak 2018. Gerakan ini merupakan kontribusi Danone-Aqua untuk fokus pada pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi konsumen terkait pengelolaan sampah dan inovasi kemasan produk.

Danone Aqua juga menargetkan di tahun 2025 dapat mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan, mengedukasi hingga 100 juta konsumen, memastikan 100% kemasan dapat didaur ulang.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya sudah membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu bersama pemerintah kabupaten Lamongan, menyusun modul pembelajaran sampahku tanggung jawabku untuk anak anak sekolah dasar.
Sejak diluncurkan dua tahun lalu,gerakan #BijakBerplastik telah mengumpulkan botol plastik bekas hingga 13 ribu ton dan mengedukasi lebih dari 18 juta konsumen.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN