Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menaker Ida Fauziyah. (ist)

Menaker Ida Fauziyah. (ist)

MEMPERLUAS AKSES PELATIHAN VOKASI

Pemerintah Bangun 2.127 BLK Komunitas

Rabu, 9 Juni 2021 | 12:13 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas sebanyak 2.127, mulai 2017 hingga 2021. BLK Komunitas tersebar di lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, seminari, damaseka, pasraman, dan komunitas serikat pekerja/serikat buruh yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pembangunan BLK Komunitas merupakan salah satu program pemerintah untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat, khususnya di komunitas lembaga keagamaan, lembaga pendidikan agama, dan serikat pekerja.

“BLK Komunitas memberikan bekal keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja dan keterampilan berwirausaha bagi para santri atau komunitas dan masyarakat sekitarnya,” ucap Ida Fauziyah dalam acara Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan serta peresmian BLK Komunitas 2020, Selasa (8/6).

Dengan adanya BLK Komunitas diharapkan pemerintah mampu menjangkau daerah yang belum tersentuh oleh lembaga pelatihan, baik lembaga pelatihan pemerintah maupun lembaga pelatihan swasta.

Pada 2021, Kemenaker telah mengalokasikan program dan anggaran untuk bantuan biaya operasional serta bantuan program pelatihan vokasi sebanyak 1 paket untuk BLK Komunitas yang dibangun pada 2020 dan 2021, dan yang lainnya masing-masing diberikan 2 paket bantuan program pelatihan. Di samping itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga telah menyiapkan program untuk melatih tenaga instruktur dan pengelola BLK Komunitas agar mereka mampu mengelola BLK Komunitas dengan baik.

Pada 2020, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan pengembangan program pelatihan vokasi di BLK Komunitas menjadi 23 kejuruan. Berbagai kejuruan disiapkan untuk menjawab kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi setiap daerah yang beragam.

“Harapan kami, langkah ini dapat mengakselerasi pengembangan SDM, baik melalui pelatihan vokasi maupun pengembangan kewirausahaan, dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ucap Ida.

 

Menguasai Teknologi

l Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan, di tengah dinamika perkembangan dunia saat ini, peserta pelatihan di BLK Komunitas harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kecakapan akan hal ini nantinya berperan dalam menentukan kemajuan bangsa. Langkah dan kebijakan pengembangan BLK Komunitas ini tentu saja disesuaikan link and match dengan industri yang ada di sekitar BLK Komunitas.

“Kejuruan pelatihan yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha, sehingga pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran dan memulihkan perekonomian tenaga kerja,” ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini dan ke depan manusia hidup dalam dunia yang selalu berubah dengan cepat dan dapat mendisrupsi semua sektor kehidupan. Hal ini tentu saja tidak akan ramah bagi siapapun yang nggan untuk mengikuti semua perubahan yang terjadi dengan peningkatan kompetensi yang dimiliki. Tingginya angka pengangguran yang ada, salah satu penyebabnya adalah ketidaksigapan untuk beradaptasi terhadap perubahan dengan disrupsi yang mengikutinya.

Menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat, maka kecepatan, ketepatan, dan efisiensi adalah fondasi penting untuk bisa bersaing. Saat ini masyarakat hidup di era yang diwarnai beberapa perkembangan yang sangat mendasar dan sangat dahsyat. Mau tidak mau, suka tidak suka, saat ini kita hidup di era teknologi digital, era globalisasi, yang pada dasarnya adalah era keterbukaan, era persaingan, era kompetisi.

“Tantangan nyata yang dihadapi adalah langkah- langkah strategis apa yang harus kita lakukan dalam menyiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan di masa depan yang diisi oleh teknologi digital seperti big data, artificial intelligent, internet of things,” ucapnya. 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN