Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penasihat khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Yohanes Surya. (ist)

Penasihat khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Yohanes Surya. (ist)

Pemerintah Dorong Pembangunan Politeknik Terintegrasi dengan Industri

Kamis, 28 Januari 2021 | 20:05 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Pemerintah mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam program hilirisasi mineral. Salah satunya melalui pembangunan politeknik yang terintegrasi dengan industri, seperti yang dilakukan oleh PT Virtue Nickel Dragon Industry (VDNI), perusahaan smelter nikel di Sulawesi Tenggara.

Penasihat khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Yohanes Surya mengatakan, politeknik ini bisa menjadi salah satu bagian transfer teknologi yang dilakukan perusahaan agar nantinya bisa menggantikan tenaga kerja asing yang bekerja di pabrik. Politeknik tersebut akan berada di dalam area Kawasan Industri Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

”Kalau ada tenaga asing yang saat ini mungkin masih ada, kita harapkan begitu politeknik berdiri dan begitu sudah ada lulusannya, tenaga-tenaga asing itu sudah tidak perlu lagi, semua adalah tenaga lokal,” ujar Yohanes, belum lama ini.

Menurut dia, hal tersebut dikarenakan semua fasilitas yang diberikan, mulai dari kurikulum hingga pengajar disiapkan agar sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri. Dia meminta pemda setempat untuk memperhatikan hal tersebut, sehingga SDM yang ada di wilayah tersebut bisa meningkat kemampuannya.

“Politeknik ini akan dibangun secara internasional dan dosen-dosennya hebat. Kalau dosennya sudah bagus, kurikulumnya bagus, INTEK-nya ini kita persiapkan. Jadi dari lulusan SMA kita mungkin kasih matrikulasi dulu, persiapkan dahulu sebelum nantinya masuk politeknik,” jelas Yohanes.

Politeknik di Kawasan Industri Morosi, dia menuturkan, diharapkan dapat menciptakan SDM lebih baik lagi. Politeknik itu harus mampu berkerja sama dengan semua institusi pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

Pasalnya, dia menerangkan, kerja sama dengan universitas luar negeri mampu memecahkan masalah yang selama ini tidak bisa dicapai oleh Indonesia, seperti logam tanah jarang. Komoditas ini sudah mampu diolah oleh Tiongkok.

“Di dalam nikel banyak logam tanah jarang. Ini yang kita harapkan ke depan dari kerja sama dengan perusahaan Tiongkok,” kata dia.

Yohanes berharap, politeknik tersebut dapat bertaraf internasional, yang bisa jadi pendorong universitas lain untuk bangkit. Keberadaan politeknik bernama Virtue Dragon Institute of Technology tersebut diharapkan bisa menjadi pendorong dan mengangkat kualitas perguruan tinggi lainnya yang berada di wilayah tersebut.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN