Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lelang SUN

Lelang SUN

Pemerintah Kantongi Rp 17 Triliun dari Lelang 7 Seri SUN

Selasa, 2 Maret 2021 | 20:18 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima pembiayaan sebesar Rp 17 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (2/3).  Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 49,7 triliun terhadap  tujuh seri SUN. Pembelian surat utang sebagian besar dilakukan oleh investor domestik.

Seri SUN yang dilelang adalah  SPN12210603 (reopening), SPN12220303 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (reopening), FR0083 (reopening) dan FR0089 (reopening).

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan  mengatakan, fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun. Penawaran masuk untuk kedua seri tersebut mencapai 56% dari total, dimana tenor 10 tahun merupakan seri yang paling diminati dengan permintaan yang masuk mencapai Rp 15,2 triliun.

“Investor domestik mendominasi demand lelang hari ini, sedangkan partisipasi investor asing sebesar 11,1% dari total bids. Minat investor asing sebagian besar berada pada tenor 10 dan 15 tahun,” ucap Deni dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (2/3).

Deni mengatakan, yield SUN yang dimenangkan pada lelang hari ini masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan yield pada penutupan pasar SUN pekan lalu.  Ada penurunan sebesar 5 basis poin yield SUN untuk tenor 10 tahun.

“Hal ini menunjukkan adanya arah perbaikan di tengah kondisi pasar SBN yang sedang volatile di beberapa hari terakhir,” ucap Deni.

Ia mengatakan, incoming bids yang masuk pada lelang lebih tinggi dari target pemerintah. Namun demikian, jumlah bids tersebut masih lebih rendah apabila dibandingkan lelang SUN sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari kondisi pasar SBN yang dipengaruhi volatilitas pergerakan US Treasury.

“Pada lelang Selasa (2/3) yield US Treasury 10 tahun tercatat sebesar 1,41%, meningkat dari lelang sebelumnya di level 1,24%, setelah sempat menyentuh level tertinggi sebesar 1,60% pada hari Kamis, 25 Februari 2021,” ucap Deni.

Dengan mempertimbangkan imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 17 triliun dan akan melaksanakan lelang SUN tambahan (Green Shoe Option/GSO) pada 3 Maret 2021.

“Lelang GSO memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan seri Obligasi Negara dan Weighted Average Yield yang sama dengan lelang hari Selasa (2/3,” ucap Deni.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN