Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Pemerintah Lihat Kemungkinan Terjadinya Resesi Ekonomi

Senin, 7 September 2020 | 22:57 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya resesi ekonomi. Bila partumbuhan ekonomi mengalami kontraksi pada kuartal III-2020 otomatis perekonomian Indonesia secara teknikal sudah masuk ke tahap resesi.

“Tantangannya tentu kalau ingin mendekati 0 maka konsumsi, investasi dan ekspor harus meningkat sangat tinggi. Dengan adanya pembatasan dan sekarang ini adanya kekhwatairan terjadinya kenaikan jumlah penderita Covid-19 tiap hari. Oleh karena itu harus hati hati,“ ucap Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senin (7/9).

Ia mengatakan sesuai dengan arahan Presiden  Joko Widodo antara sektor kesehatan dengan ekonomi tidak bisa dipisahkan. Karena Covid-19 masih masalah utama, maka pemerintah tetap fokus untuk mengantisipasi penyebaran Covid.

“Terutama seiring dengan beberapa kegiatan sosial ekonomi yang sudah mulai aktif. Kegiatan sosial dan ekonomi memengaruhi kondisi ekonomi bisa berjalan baik tetapi harus melakukan protokol kesehatan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi yang terjad, pemerintah terus menggenjot sumber sumber pertumbuhan ekonomi domestik. Pemerintah menggenjot belanja tetapi di sisi lain konsumsi dan investasi masih menghadapi tantangan untuk keluar dari zona negatif. 

“Artinya kita masih kemungkinan, meski belanja pemerintah diakselerasi, konsumsi dan investasi belum masuk zona positif karena aktivitas masyarakat sama sekali belum normal. Karena itu, kalau secara teknik kuartal III ini kita di zona negatif, maka resesi terjadi,” ucap Sri Mulyani.

Ia mengatakan bila terjadi resesi ekonomi tidak berarti kondisi ekonomi sangat buruk. Sebab di kuartal ketiga ini sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Sehingga berdampak baik untuk pemulihan ekonomi domestik.

“Namun tidak berarti kondisinya sangat buruk, karena kita lihat kalau kontraksi lebih kecil dan memulih di bidang konsumsi, investasi, melalui dukungan belanja pemerintah diakselerasi cepat, berharap ekspor mulai baik,” ucap Sri Mulyani.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN