Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hanif Dhakiri. Foto: IST

Hanif Dhakiri. Foto: IST

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 10 Triliun untuk Program Kartu Prakerja

Jumat, 16 Agustus 2019 | 20:59 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, pemerintah menganggarkan sebesar dana Rp 10 triliun untuk membiayai Program Kartu Prakerja pada tahun 2020. Dari Program ini pihaknya menargetkan sebanyak dua juta tenaga kerja yang dapat memanfaatkan fasilitas ini.

“Tujuan dasarnya untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja di tengah lingkungan kerja yang makin fleksibel, dan memungkinkan mereka untuk bekerja terus-menerus sampai dengan pensiun,” ucap Hanif dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2020 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (16/8).

Saat menerima kartu prakerja ini, kata Hanif, peserta akan diberikan pelatihan kerja dalam bentuk skilling dan reskilling. Skilling adalah pelatihan untuk orang yang belum pernah kerja dan ingin mencari kerja. Sedangkan reskilling digunakan bagi para pekerja yang baru saja diputus kontrak untuk mendapat kompetensi baru.

"Kartu prakerja diberikan kepada para pencari kerja dan korban PHK untuk memberikan kelayakan sertifikasi kompetensi untuk mereka. Skilling itu untuk memberikan skill bagi orang yang baru mencari kerja, sedangkan reskilling digunakan bagi korban PHK untuk alih skill," kata Hanif.

Ia mengatakan, setelah peserta mendapat pelatihan, maka akan diberikan insentif. Insentif diberikan sebagai bantuan dalam waktu tertentu saat peserta mencari kerja. "Prakerja ini fasilitas vokasi, orang akan diberikan insentif pasca-training. Setelah pelatihan akan diberikan insentif maksimal tiga bulan," kata Hanif.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN