Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Ina Fashion Smesco Online Expo 2021 pada Rabu (21/4).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Ina Fashion Smesco Online Expo 2021 pada Rabu (21/4).

Pemerintah Siapkan Perpres untuk Tingkatkan Rasio Kewirausahaan

Rabu, 21 April 2021 | 13:39 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) Kewirausahaan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia. Adanya regulasi ini bisa mempercepat lahirnya wirausaha baru baik dari UMKM yang sudah ada maupun usaha pemula di kalangan anak muda.

“Kami akan  buat, payung  hukumnya yang  sedang disiapkan dalam bentuk Perpres kewirausahaan. Target kita betul betul mau mencetak wirausaha baru sehingga persentase kita di akhir 2024 bisa 4%,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Ina Fashion Smesco Online Expo 2021 pada Rabu (21/4).

Teten mengatakan kehadarian Undang Undang Cipta Kerja juga menjadi salah satu upaya mempermudah  naiknya usaha sektor informal ke formal, sehingga UMKM bisa naik kelas. Rasio kewirausahaan Indonseia baru sebesar 3,47% sedangkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masing-masing  sudah 8,5% dan 4,5%.

Pemerintah tengah menyiapkan berbagai program untuk mendukung  UMKM naik kelas  hingga bisa ikut berpartisipasi dalam rantai pasok (global supply chain). Skema pembiayaan juga sedang disiapkan. Salah satunya yaitu  skema baru pembiayaan tentang peningkatan porsi kredit perbankan untuk mereka yang saat ini baru 20% yang diharapkan di 2024 bisa di atas 30%. Begitu juga dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan dinaikan plafonnya dari  Rp 500 juta menjadi Rp 20 miliar.

“Sehingga ada kesempatan nanti bagi UMKM untuk mengembangkan kapasitas usahanya. Kalau Rp 500 juta nanti hanya bertahan di  tingkat mikro terus,” ucap Teten. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN