Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Raden Pardede.

Raden Pardede.

Pemerintah Tambah Anggaran Perlindungan Sosial Jadi Rp 242,01 Triliun

Rabu, 23 September 2020 | 16:38 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Pemerintah tetap mengupayakan agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat terserap semua sesuai dengan pagu sebesar Rp 695,2 triliun. Untuk itu, pemerintah pun melakukan realoaksi anggaran program yang penyerapannya lambat.

 

Sekertaris Komite Penanganan Covid-19 PEN Raden Pardede mengatakan, realokasi anggaran diarahkan ke program perlindungan sosial yang implementasinya berjalan baik. Sehingga, anggaran program perlindungan sosial naik menjadi Rp 242,01 triliun dari sebelumnya Rp 203,9 triliun.

 

“Kami mau serap seluruh anggaran ini. Jadi anggaran pemerintah dari Rp 695,2 triliun, kami enggak mau tinggalkan sepeser pun, karena kami lihat mungkin perlu realokasi anggaran ini terutama untuk pemberian bansos, perlindungan sosial, itu kami tambah. Karena kami lihat dari program-program yang lain ada yang mungkin masih terlampau lambat,” tuturnya dalam diskusi Arah Kebijakan Pemerintah: Keseimbangan Antara Kesehatan dan Ekonomi, Rabu (23/9).

 

Raden menambahkan, upaya ini dilakukan untuk memastikan rumah tangga menengah ke bawah tetap bisa memenuhi kebutuhan esensial mereka di tengah tekanan pandemi. Di saat bersamaan, juga sebagai pengungkit jalannya roda perekonomian.

 

Dengan masyarakat belanja barang, lanjutnya, maka permintaan barang dalam negeri bakal naik. Hal ini selanjutnya akan menciptakan lapangan kerja dan ekonomi akan bergerak karena aktivitas ekonominya berputar.

 

“Itu sebabnya kami relokasi dana PEN ini, yang semula di tempat lain, kami masukkan di pipa yang bisa jalan lancar, misalnya perlindungan sosial,” ujarnya.

 

Selain menjalankan program yang sudah ada, nantinya akan ada beberapa tambahan program perlindungan sosial seperti subsidi gaji, subsidi gaji honorer, subsidi kuota internet, perpanjangan diskon listrik, serta tambahan LPDB (dana bergulir).

 

Sementara itu, terkait rendahnya penyerapan anggaran PEN, dia menjelaskan bahwa selama ini ada kesalahpahaman atas perhitungan waktu realisasi PEN. Pasalnya, pemerintah mulai merumuskan anggaran PEN pada Mei atau awal Juni. Seharusnya masyarakat menghitung sejak program digulirkan yakni di awal Juni, bukan Januari 2020.

 

“Program PEN bergulir di akhir Mei sampai Awal Juni. Mestinya (realisasi) dilihat mulai Juni, Juli, Agustus. Bukan mulai januari,” tegas Raden.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN