Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi penjelasan terkait penerapan pembatasan aktivitas penduduk pada rentang waktu 11-25 Januari 2021 untuk sejumlah wilayah Jawa-Bali usai menghadiri Sidang Paripurna Kabinet di Istana Kepresidenan, Rabu (6/1/2021). Foto: IST

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi penjelasan terkait penerapan pembatasan aktivitas penduduk pada rentang waktu 11-25 Januari 2021 untuk sejumlah wilayah Jawa-Bali usai menghadiri Sidang Paripurna Kabinet di Istana Kepresidenan, Rabu (6/1/2021). Foto: IST

Pemprov Bali sudah Terbitkan Regulasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan

Kamis, 7 Januari 2021 | 15:45 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Sementara itu, Pemprov Bali sudah menerbitkan regulasi yang akan disusul Pemprov DK Jakarta untuk mengikuti arahan dari pemerintah pusat.

“Satu kepala daerah yang sudah mengeluarkan yaitu Gubernur Bali. Hal ini untuk mendorong sinergi dan harmonis dengan apa yang diinstruksikan oleh Menteri Dalam Negeri. DKI saya monitor akan mengeluarkan hari ini," ucap Airlangga Hartarto dalam telekonferensi pers, Kamis (7/1).

Kepala daerah diharapkan sudah menyiapkan peraturan daerah baik peraturan gubernur (pergub) maupun peraturan kepala daerah (perkada). Gubernur Bali sudah mengeluarkan surat edaran terkait pemberlakuan PSBB pada 11-25 Januari 2021. Begitu juga provinsi lain seperti Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga didorong menerbitkan regulasi turunan yang sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021.

“Seluruh aturannya sudah didorong, yang perlu dipersiapkan selain regulasi adalah mendorong Satpol PP nya untuk menjaga kedisiplinan masyarakat,” ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan, kegiatan sektor-sektor esensial tetap berjalan namun dengan penerapan protokol kesehatan. Begitu juga dengan pasar yang perlu dijaga kedisiplinannya. Penduduk harus menjalankan protokol 3M (menggunakan masker, mencucui tangan, dan menjaga jarak). Kapasitas dan juga keterisiannya untuk dimonitor agar tidak terjadi kerumunan.

“Sektor esensial masih beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat,” ucap Airlangga.

Bentuk pembatasan yang dilakukan adalah kantor menerapkan pola bekerja dari rumah (work from home) sebanyak 75%. Pusat perbelanjaan diperbolehkan hanya buka sampai jam 19.00. Dengan catatan restoran tetap bisa dine in 25% dan sisanya harus melakukan take away. Kapasitas tempat ibadah diperbolehkan 50%.

Sementara itu, Ketua BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, awal mula kasus covid di Indonesia paling banyak berasal dari kluster keagamaan. Tidak sedikit tokoh agama yang wafat. Lalu penularan bergeser ke kluster pasar, tempat keramaian, perkantoran dan sekarang adalah klaster keluarga. “Saya mengajak seluruh pihak terutama tokoh masyarakat di daerah mohon mengingatkan bahwa Covid-19 ini nyata dan telah menimbulkan banyak korban jiwa,” ucap Doni.

Saat ini jumlah penderita covid yang meninggal di seluruh Indonesia telah mencapai 23.296 orang dan di seluruh dunia hampir mencapai 2 juta orang meninggal. Masyarakat diharapkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada. Khususnya untuk masyarakat yang masih harus bekerja di luar rumah. Sebab kluster keluarga muncul dari mereka yang beraktifitas di luar rumah yang sudah terpapar lalu pulang ke rumah dan menulari anggota keluarga di rumah. “Semakin hari semakin banyak mereka yang terpapar semakin dekat dengan kita,” ucapnya.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN