Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Joko Suranto, CEO Buana Kassiti Group

Joko Suranto, CEO Buana Kassiti Group

Pengembang Berharap BTN Jaga Bisnis Inti

Selasa, 9 Maret 2021 | 13:34 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Invstor.id – Pengembang properti berharap PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dijaga agar tetap pada bisnis intinya (core business), yakni pembiayaan perumahan. Potensi pembiayaan perumahan dinilai sangat besar di tengah jumlah backlog kepemilikan hunian masih sebanyak 7,64 juta unit.

“Kami berharap BTN tetap dijaga agar tidak meninggalkan core business-nya. BTN itu bank properti dan yang membesarkan adalah sektor properti,” ujar Joko Suranto, founder Buana Kassiti Group, kepada Investor Daily, Selasa (9/3/2021).

Dia menegaskan, BTN punya reputasi besar. Hal yang harus dibenahi saat ini adalah soal finansial atau dana pihak ketiga (DPK). “Sisi lainnya, meningkatkan kualitas bukan menjelma menjadi sosok yang berbeda,” tuturnya.

Terpenting, tambah dia, BTN mau belajar, inovasi, dan percaya diri bahwa BTN punya value dan tetap kompetitif di sektor properti.

Sementara itu, Arvin F Iskandar, ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta berharap agar BTN terus mempermudah konsumen maupun pengembang.

“Kami berharap BTN lebih fleksibel terhadap pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA) masyarakat,” kata dia, kepada Investor Daily, Selasa (9/3/2021).

Lalu, tambahnya, BTN juga diharapkan lebih fleksibel dalam merespons pengajuan restrukturisasi atau penjadwalan ulang (rescheduling) utang kredit para pengembang properti. “Kami berharap agar lebih fleksibel dan lebih cepat, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” ujar Arvin Iskandar.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan, pada 2021, BTN membidik pertumbuhan laba bersih berkisar 50-70%. Untuk mencapai target tersebut BTN menargetkan kredit dan DPK tumbuh di rentang 7-9%.

Tahun 2021, BTN tetap memfokuskan diri untuk mengembangkan pembiayaan rumah bagi masyarakat dari segmen bawah hingga menengah atas. Untuk meningkatkan KPR, bank pelat merah itu mengaku menggandeng berbagai developer top

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN