Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penumpang berdesakan di Halte TransJakarta Pulogadung, Jakarta Timur, pada hari pertama pembatasan layanan terkait COVID-19, Senin (16/3/2020). (ANTARA/HO-Pentim).

Penumpang berdesakan di Halte TransJakarta Pulogadung, Jakarta Timur, pada hari pertama pembatasan layanan terkait COVID-19, Senin (16/3/2020). (ANTARA/HO-Pentim).

Selama Pandemi Covid-19

Pengguna Angkutan Umum di Jabodetabek Turun

Senin, 20 April 2020 | 12:20 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pengguna angkutan umum di Jabodetabek turun pada masa pandemi corona sejak sebelum pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara resmi mulai 10 April 2020 di DKI Jakarta dan menyusul Jawa Barat (Depok, Bekasi, dan Bogor) pada 15 April 2020, serta Banten (Tangerang) pada 18 April 2020.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4), menyatakan, khusus di DKI Jakarta, pada Maret 2020, sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan, termasuk transportasi. Karena itu, pada Maret lalu, sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan umum massal yang cukup berarti.

“Untuk layanan Transjakarta selama April 2020 sampai dengan 15 April, jumlah penggunanya mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu lebih kurang 83.000 orang per hari,” tambah Polana.

Padahal, dalam kondisi normal, pada bulan Januari 2020, jumlah penumpang Tranjakarta mencapai lebih kurang 840 ribu orang per hari.

Penurunan penumpang Transjakarta, bahkan, sudah dimulai sejak Maret, yaitu rata rata 550.000 orang per hari, atau turun 34,52% dibandingkan jumlah penumpang normal pada Januari 2020.

Penurunan penumpang juga terjadi pada layanan Moda Raya Terpadu (MRT). Pada hari-hari normal Januari 2020 lalu, penggunanya mencapai sekitar 85 ribu orang per hari. Pada Maret, sudah mengalami penurunan sebesar 47,05%, yaitu sekitar 45 ribu orang per hari.

Data terakhir, tercatat, pada April sampai dengan tanggal 15, hanya sekitar 5.000 penumpang per hari, atau turun sebesar 94,11% dibanding Januari 2020.

Hal yang tidak berbeda terjadi pada moda transportasi KRL. Pada Januari 2020, KRL setiap harinya masih melayani sebanyak kurang lebih 859.000 orang.

“Pada Maret, jumlahnya turun sebesar 30,38% menjadi sekitar 598 ribu orang per hari. Ada pun, untuk bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15, terjadi penurunan penumpang menjadi hanya 183.000 orang per hari, atau turun 78,69% dibanding kondisi normal Januari 2020,” katanya.

Untuk LRT Jakarta yang pada masa normal Januari 2020 melayani penumpang sekitar 3.800 orang per hari, mengalami penurunan sebesar 47,36% pada Maret 2020 menjadi hanya sekitar 2.000 orang per hari.

Pada April ini sampai dengan 15, jumlah penumpang LRT Jakarta tinggal sekitar 264 orang per hari, atau turun 93,05% dibanding kondisi normal pada Januari 2020.

Luar Jakarta

Polana menuturkan, sampai dengan saat ini, belum diperoleh data volume penumpang angkutan umum di luar DKI Jakarta dalam wilayah Jabodetabek.

Namun, dengan adanya pengurangan jumlah penumpang angkutan umum massal tersebut, dengan sendirinya juga akan mengurangi jumlah penumpang-yang diangkut oleh pengumpan-pengumpan di masing-masing wilayah.

“Dalam beberapa waktu terakhir, kami sangat intensif melakukan rapat koordinasi dengan Dishub se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun,“ tutur Polana.

Terlebih, setelah adanya status PSBB secara resmi, dapat dipastikan pengguna angkutan umum akan menurun karena jumlah pergerakan orang sudah dibatasi. Selain itu, berlaku pembatasan waktu operasional angkutan umum selama PSBB.

Di DKI Jakarta, angkutan umum hanya beroperasi mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Sementara itu, wilayah Bodetabek yang berstatus PSBB mulai pukul 05.00 sampai 19.00 WIB.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN