Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Sawit

Ilustrasi Sawit

Penjualan Melesat 65%, Pradiksi Gunatama Raup Laba Rp 38 Miliar 

Senin, 9 Mei 2022 | 17:55 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kinerja usaha PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), salah satu perusahaan kelapa sawit nasional yang telah 2 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia, semakin kinclong. Jika pada tahun 2020 Perseroan mencatat rugi Rp 101 miliar, di tahun 2021 mampu membukukan laba sebesar Rp 38 miliar.

Belum lagi, dari sisi penjualan, juga meningkat tajam, menjadi Rp 786 miliar dari Rp 475 miliar di tahun 2020 atau mengalami peningkatan sebesar 65%.

Berkat kinerja yang ciamik, harga saham perseroan juga bergerak positif (strong uptrend) hingga mencapai Rp 388 per lembar saham pada penutupan di akhir tahun 2021. Bahkan, pada Kamis (28/4), harga saham PGUN ditutup di Rp 695 per lembar saham, artinya sudah naik hingga 600% lebih jika dibandingkan harga saat Penawaran Umum Perdana pada 7 Juli 2020 yang dibuka pada harga Rp 115 per lembar saham.

Direktur Keuangan PGUN Tamlikho menyampaikan, pencapaian kinerja perseroan tahun 2021 ini memberikan gambaran lebih jelas bagaimana kokohnya komitmen dari Manajemen PGUN untuk mencapai laba bersih Rp 38 miliar.

“Dengan perolehan laba bersih di tahun 2021 yang positif, kami sangat optimis target pada tahun 2022 akan jauh lebih baik,” papar Tamlikho, dalam siaran pers, Senin (9/5/2022).

Menurut Tamlikho, salah satu faktor pengerek kenaikan laba perseroan yaitu kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO). Pada tahun 2021 perseroan telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan PT Jhonlin Agro Raya, Perusahaan Pengolahan Biodiesel yang telah diresmikan Presiden Jokowi di bulan Oktober 2021 lalu. 

“Targetnya di tahun 2022 dapat menjual CPO sebanyak 70.923 ton, atau senilai Rp 856 miliar,” ujar Tamlikho. 

Corporate Secretary PGUN Muhammad Reza menambahkan, sejumlah langkah strategis juga telah dilakukan oleh perusahaan, salah satunya dengan dengan mengakuisisi PT Senabangun Anekapertiwi (SA) di akhir tahun 2021 lalu.

Aksi korporasi tersebut berdampak positif karena dapat menambah produktivitas kelapa sawit dan ditargetkan melakukan tanam baru kelapa sawit di tahun 2022 ini menjadi seluas 850 ha.

Diharapkan tiga tahun mendatang total area tanam menjadi 24.000 hektar di lokasi HGU PGUN dan Senabangun Anekapertiwi yang saat ini seluas 38.991,12 hektare.  “Dengan berbagi langkah strategis tersebut, diharapkan target laba di tahun 2022 dapat diraih,” ucap Reza.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN