Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan rumah FLPP. Sumber: IST

Pembangunan rumah FLPP. Sumber: IST

Per 11 Mei, Realisasi PSR Capai 215.662

Prisma Ardianto, Rabu, 27 Mei 2020 | 11:46 WIB

JAKARTA, investor.id – Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, Program Sejuta Rumah (PSR) per 11 Mei 2020 terealisasi 215.662 unit. Dari jumlah itu, sekitar 79% merupakan hunian untuk MBR dengan jumlah 169.317 unit. Adapun 21% lainnya atau sebanyak 46.345 unit merupakan hunian non-MBR.

“Kami tetap mengupayakan agar pada akhir tahun realisasi PSR bisa tembus 1 juta unit. Sedangkan target konservatifnya 900 ribu unit mengingat adanya pandemi Covid -19,” ujar Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid

Di sisi l ain, Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Totok Lusida mengatakan, REI berkomitmen membantu pemerintah mewujudkan PSR. Pada 2017, REI membangun 206.287 unit rumah, lalu pada 2018 dan 2019 masing-masing 214.686 unit dan 177.248 unit rumah.

“Adapun pada 2020, REI menargetkan pembangunan rumah subsidi di 35 provinsi sebanyak 259.808 unit,” tutur Totok kepada Investor Daily.

Sekjen  DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida. Foto: lensaindonesia.com
Ketum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida. Foto: lensaindonesia.com

Totok menjelaskan, REI mengusulkan agar PSR, khususnya rumah bersubsidi, dijadikan salah satu program padat karya pemerintah.

“Pemerintah dapat terus memutar roda ekonomi melalui program pembangunan rumah MBR karena industri ini bersifat padat karya dan melibatkan 175 industri turunan,” ujar dia.

REI juga berharap dana SSB untuk MBR segera dicairkan dan pembiayaan rumah MBR berjalan paralel dengan program FLPP serta Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Mantan Ketua Umum REI, Eddy Hussy menuturkan, para pengembang MBR membutuhkan relaksasi kebijakan.

10 Provinsi dengan backlog tertinggi
10 Provinsi dengan backlog tertinggi

“Saat ini, penjualan sangat terbatas, sehingga para pengembang butuh relaksasi agar bisa bertahan,” kata dia.

Eddy menjelaskan, sektor property memiliki 175 sektor industri ikutan, dari material, keuangan, hingga transportasi.

Eddy Hussy.
Eddy Hussy.

“Kandungan lokal rumah MBR itu sekitar 90%, bahkan nyaris 100%. Jadi, membantu pengembang MBR berarti mendorong industri lokal dan membantu pemulihan ekonomi nasional,” tegas dia. (th/ed)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN