Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana dalam webinar National Energy Week

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana dalam webinar National Energy Week "Prospek Energi Terbarukan : Strategi dan impmenetasi", Kamis (11/3/2021).

Per Maret, Realisasi Penyaluran Biodiesel Turun 13,04%

Selasa, 20 April 2021 | 10:18 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penyaluran biodiesel 30% (B30) pada kuartal pertama tahun ini sebesar 2 juta kiloliter (KL) atau turun 13,04% dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, konsumsi biodiesel pada kuartal pertama 2021 masih sedikit di bawah target dan lebih rendah dari kuartal pertama 2020. Hal ini lantaran penyaluran biodiesel masih terdampak pandemi Covid-19.

“Pada 2020 kuartal pertama itu sebesar 2,3 juta KL, kemudian kuartal pertama 2021 sebesar 2 juta KL,” kata dia dalam pesan pendeknya kepada Investor Daily, Selasa (20/4).

Pada tahun ini, pemerintah menetapkan target penyaluran biodiesel sebesar 9,2 juta KL. Target ini naik 8,75% dari realisasi serapan biodiesel di tahun lalu yang sebesar 8,46 juta KL.

Menurut Dadan, realisasi penyaluran biodiesel di kuartal pertama masih sesuai dengan target yang ditetapkan. “Masih on track [dengan rencana], mengikuti konsumsi BBM (bahan bakar minyak),” ujar dia.

Dampak pandemi Covid terhadap penyaluran biodiesel sudah terasa sejak tahun lalu. Dadan sempat mengungkapkan, realisasi penyaluran biodiesel tahun lalu hanya mencapai 8,46 juta KL dari target 9,6 juta KL. Hal ini karena pandemi Covid-19 menekan konsumsi BBM.

Namun sesuai data Kementerian ESDM, sejak 2017, serapan biodiesel nasional terus meningkat. Penyaluran bahan bakar nabati (BBN) jenis ini naik dari 2,75 juta KL pada 2017 menjadi 3,75 juta KL pada 2018, 6,39 juta KL pada 2019, dan mencapai 8,46 juta KL pada tahun lalu.

Penyaluran biodiesel ini diproyeksikan terus naik pada beberapa tahun mendatang. Target serapan biodiesel ditetapkan sebesar 9,2 juta KL di 2021, 10,2 juta KL di 2022, dan 10,5 juta KL di 2023. Target biodiesel mulai naik signifikan menjadi 12,1 juta KL di 2024, sedikit meningkat ke 12,4 juta KL di 2025, dan mencapai 12,8 juta KL di 2026.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN