Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah merampungkan pengadaan lahan untuk Proyek Kilang Tuban yang direncanakan berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph). KPI juga telah menyelesaikan pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 hektare. (doc. PT Kilang Pertamina Internasional)

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah merampungkan pengadaan lahan untuk Proyek Kilang Tuban yang direncanakan berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph). KPI juga telah menyelesaikan pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 hektare. (doc. PT Kilang Pertamina Internasional)

Pertamina Pastikan Pembelian Lahan Kilang Tuban Sesuai Ketentuan

Kamis, 18 Februari 2021 | 09:44 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Refining and Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), telah merampungkan pengadaan lahan untuk Proyek Kilang Tuban, Jawa Timur. KPI memastikan pembebasan lahan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Sekretaris Perusahaan KPI Ifki Sukarya menuturkan, mayoritas warga terdampak sudah menerima penggantian dana dari Pertamina untuk pengadaan lahan Proyek Kilang Tuban. Lahan yang dibebaskan telah mencapai 99% dari target seluas 377 hektar tanah warga. Pengadaan ini telah melalui seluruh mekanisme yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 mengenai Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

 

Pada undang-undang tersebut telah diatur tata cara pengadaan lahan untuk pembangunan kilang, yaitu perencanaan, persiapan, pelasaksanaan, kemudian pelepasan tanah instansi. Pada tahap persiapan, berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi penguasaan tanah, Pertamina telah mengikuti prosedur penilaian ganti kerugian sesuai ketentuan dengan menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang kemudian ditetapkan melalui Badan Pertanahan Nasional setempat.

 

“KJPP inilah yang melakukan penilaian terhadap lahan yang akan diambil alih tersebut,” ungkap Ifki dalam keterangan resminya, Kamis (18/2).

 

Ifki menambahkan, Pertamina tidak dapat melakukan intervensi atas proses penilaian lahan yang dilakukan KJPP dan di pihak lain. Pertamina juga berprinsip agar proses pengadaan lahan ini tidak merugikan warga yang lahannya terdampak. Bahkan, Pertamina juga memberikan edukasi kepada para warga agar dapat mengelola uang hasil penggantian lahan dengan sebaik-baiknya.

 

“Rata-rata warga memiliki lahan yang luas. Semakin luas lahannya, otomatis semakin besar uang penggantian yang diterima,” jelasnya.

 

Menyusul rampungnya pengadaan lahan, tambahnya, KPI melanjutkan pengerjaan Proyek Kilang Tuban yang kini dalam tahap early work. “Pembersihan lahan tinggal sekitar 328 hektare dan pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 hektare sudah selesai,” kata Ifki.

 

Proyek Kilang Tuban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional amanat Pemerintah ke Pertamina. Dengan adanya kilang di Tuban, maka kebutuhan BBM ke depan dapat dipenuhi dari kilang dalam negeri sehingga mengurangi impor.

 

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan minyak sebesar 300 ribu barel per hari (bph) dan akan menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) berstandar Euro V berupa bensin (gasoline) 80 ribu bph, solar (gasoil) 100 ribu bph, dan Avtur 30 ribu bph. Kilang Tuban diintegrasikan dengan kilang petrokimia dengan kapasitas produksi 3.750 kilo ton per tahun.

 

Pembangunan kilang tersebut juga akan menyerap 35% tingkat komponen dalam negeri (TKDN), 20 ribu tenaga kerja saat konstruksi dan 2.500 pekerja saat operasi. Selain itu, pada pembangunan tahap awal, Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.

 

“Pertamina mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungannya baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan stakeholder lainnya, sehingga Proyek GRR Tuban mengalami progres yang berjalan dengan baik meski di tengah pandemi penuh tantangan,” tutur Ifki.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN