Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. (Foto: BeritasatuPhoto/Uthan A Rachim)

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. (Foto: BeritasatuPhoto/Uthan A Rachim)

Pertamina Tegaskan Program Biofuel Bukan Penyebab Tingginya Harga Migor

Jumat, 10 Juni 2022 | 23:50 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa program biofuel yang tengah dijalakan Pertamina tidak terkait dengan tingginya harga minyak goreng yang saat ini sedang terjadi, meski keduanya sama-sama menggunakan minyak sawit sebagai bahan baku.

“Sebetulnya produk minyak sawit kita kan sekitar 50 juta ton, kebutuhan untuk B30 itu hanya sekitar 8 juta, harusnnya kan sisanya masih banyak,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam acara Gathering Pemimpin Redaksi Media Bersama Direksi Pertamina, di Jakarta, Rabu (8/ 6/2022) malam.

B30 merupakan campuran 30% fatty acid methyl ester (FAME) dan 70% campurannya adalah solar. Produk FAME berasal dari olahan minyak kelapa sawit atau CPO. Pemerintah menerapkan program biosolar ini dalam rangka meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi serta nilai tambah industri kelapa sawit. Selain itu, bahan bakar tersebut relatif lebih bersih dan dapat mengurangi emisi karbon.

Menurut Nicke, program biofuel yang dijalankan sudah sangat tepat karena menyebabkan Indonesia bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan solar, sehingga Indonesia bisa keluar dari krisis gasoil.

“Jadi, kalau sampai ada suara yang minta kita mengurangi atau bahkan menghentikan program biofuel, itu artinya kita melangkah mundur,” katanya.

Menurutnya, program B30 sangat efektif bagi kebutuhan prioritas nasional untuk mengurangi emisi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil, khususnya di sektor transportasi. Kontribusi penggunaan B30 dapat menekan emisi gas rumah kaca sebesar 22,59 juta ton CO2 sepanjang 2021

Mengutip data dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), kebutuhan minyak sawit untuk biodiesel pada tahun ini hanya sebesar 8,4 juta ton. Jumlah ini hanya sekitar 16% dari total produksi minyak sawit nasional pada 2022 ini yang ditargetkan mencapai 52 juta ton.

Jumlah ini naik tipis dari proporsi penggunaan minyak sawit untuk biodiesel pada 2021 yang sekitar 15%. Adapun produksi minyak sawit nasional pada 2021 mencapai 48,09 juta ton. Sebagian besar konsumsi sawit di dalam negeri digunakan untuk minyak goreng

Dari sisi konsumsi atau penyaluran biodiesel, penyaluran campuran biodiesel 30% pada Solar (B30) pada 2020 mencapai 8,43 juta kilo liter (kl), lalu pada 2021 naik tipis menjadi 8,44 juta kl meski di tengah pandemi Covid-19.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com