Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi peternakan sapi perah

Ilustrasi peternakan sapi perah

PMK Mewabah Jelang Idul Adha, Mobilisasi Hewan Qurban Dibatasi

Jumat, 24 Juni 2022 | 20:05 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menyebar ke 19 provinsi di Indonesia. Satgas Penanganan PMK yang baru dibentuk langsung bergerak cepat untuk mencegah penyebaran PMK semakin meluas, apalagi tidak lama lagi akan memasuki Hari Raya Idul Adha.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satgas Penanganan PMK Suharyanto mengungkapkan, untuk lalu lintas hewan ternak untuk kebutuhan Idul Adha, apabila kebutuhan hewan qurban tidak bisa terpenuhi di suatu daerah, tidak perlu memobilisasi hewan ternak antar daerah.

Advertisement

Presiden juga telah memberi arahan agar dilakukan lockdown di tingkat kecamatan apabila 50% kecamatan dari suatu provinsi tersebut terinfeksi atau zona merah. Artinya tidak boleh ada pergerakan hewan dari satu titik ke titik lain.

“Ini memang tidak mudah memberikan penjelasan kepada masyarakat, tetapi ini sudah keputusan pemimpin negara, sehingga mohon masing-masing daerah mengikuti kebijakan ini,” kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan wabah PMK, Jumat (24/62022) seperti dilansir Beritasatu.com.

Untuk itu, perlu dipastikan pembentukan posko di lintas daerah, jembatan timbang, pelabuhan laut dan udara, posko desa serta personel yang bertugas. Ia juga meminta posko PPKM mikro yang selama ini sudah ada diaktifkan kembali untuk pelaporan data, optimalisasi surveilans, testing dan karantina. Anggaran dari daerah didukung pusat untuk vaksinasi dan testing.

“Komunikasi publik harus dilakukan secara massif terkait lalu lintas momentum Idul Adha, edukasi masyarakat, dan antisipasi daerah yang masih bebas PMK. Harga daging juga akan dimonitor, baik oleh satgas pusat maupun daerah, sehingga pelaksanaan kegiatan penanganan PMK tidak menimbulkan kepanikan dan kelangkaan,” ujar Suharyanto.

Per 23 Juni 2022, jumlah hewan ternak yang terjangkit PMK sebanyak 232.549 ekor (sakit), ternak yang sembuh sebanyak 75.350 ekor, ternak dipotong bersyarat sebanyak 2.248 ekor, dan ternak mati sejumlah 1.333 ekor. Selain sapi, PMK juga sudah terdeteksi secara terbatas mulai menyerang ternak kerbau, kambing, domba, dan babi.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN