Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin, 20 September 2021.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin, 20 September 2021.

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang Dua Pekan, Airlangga: Sesuai Arahan Presiden

Senin, 20 September 2021 | 19:13 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, invesrtor.id -- Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Level di luar wilayah Jawa-Bali selama dua pekan sejak 21 September hingga 4 Oktober 2021. Perpanjangan ini juga disertai dengan beberapa penyesuaian yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk antisipasi varian baru Covid-19.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo akan dilakukan perpanjangan dua minggu ke depan, yang akan berlaku sejak 21 September hingga 4 Oktober 2021," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers PPKM, Senin (20/9).

Ia menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk mewaspadai dan berhati-hati adanya varian baru, baik Lambda maupun Mu. Caranya dengan pengetatan akses internasional darat laut dan udara yang masuk ke Indonesia.

Untuk mengantisipasi varian baru covid-19, pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat vaksinasi dan meningkatkan testing, tracing, dan treatment serta terus mengimbau masyarakat terus disiplin menjalankan protokol kesehatan 3 M menjadi kunci kesehatan di tengah masyarakat.

"Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta untuk wilayah di luar Jawa-Bali dengan tingkat vaksinasi rendah seperti Sumatera Barat dan Lampung untuk segera didorong," katanya.

Lantaran hingga saat ini tingkat vaksinasi di Sumatera Barat dan Lampung masih rendah, di bawah standar nasional dengan 20% tingkat vaksinasi dari total jumlah penduduk di provinsi tersebut.

Kemudian, kata Airlangga, Presiden Joko Widodo juga memberikan arahan untuk segera menghabiskan stok vaksin yang tersedia dan tidak ditahan. Selain itu, dia juga meminta untuk dilakukan peningkatan fleksibilitas vaksin di tingkat TNI/Polri menjadi 25%.

"Masing-masing TNI 25% dan Polri 25% dari semula 20%, sementara di lingkungan Dinas Kesehatan menjadi 50%," kata Airlangga.

Menko Airlangga menuturkan terjadi tren perbaikan yang cukup bagus ditinjau dari tingkat perkembangan kasus di luar Jawa-Bali. Bahkan dari catatannya, secara total kasus aktif secara nasional, Luar Jawa-Bali menyumpang sekitar 61,95% recovery rate kasus nasional.

Rinciannya, tingkat recovery rate di Sumatera menunjukkan 93,52%, dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 3,49%, dan penurunan kasus aktif sejak 9-19 September 2021 sebesar 80,52%.

Sementara Nusa Tenggara, tingkat recovery rate sebesar 95,78%, CFR 2,3%, dan penurunan kasus 86,75%. Kemudian Kalimantan dengan recovery rate 94,27%, CFR 3,15%, dan penurunan kasus 81,48%.

Lalu, Sulawesi dengan recovery rate sebesar 94,61%, CFR 2,61%, dan penurunan kasus hingga 17 september adalah 81,13%. Sementara Maluku-Papua dengan recovery rate 95,59%, CFR 1,6% dan penurunan kasus 87,17%.

"Kesembuhan nasional 95% dan luar Jawa-Bali ini 94,17% dan terkait dengan rata-rata kematian nasional 3,07% di bawah nasional 3,35%," tukasnya.

Sementara itu, untuk wilayah Maluku dan Papua tingkat kesembuhannya mencapai 95,59% dan kasus fatality rate-nya sebesar 1,6% dan penurunan kasusnya adalah 87,71%.

“Jadi kalau kita lihat bahwa kesembuhan nasional adalah 95% dan luar Jawa Bali ini 94,17% dan terkait dengan rata-rata kematian nasional luar Jawa Bali adalah 3,07% dibandingkan Nasional 3,35%,” tuturnya.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN