Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Pemerintah menggulirkan kebijakan penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

PPnBM 0%, Sektor Otomotif Pun Menggeliat

Senin, 12 April 2021 | 16:20 WIB
Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id) ,Harso Kurniawan (harso@investor.co.id) ,Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sektor otomotif menggeliat selepas pemerintah mematok tarif PPnBM sebesar 0% untuk mobil bermesin di bawah 1.500 cc. Semua mobil yang menikmati insentif itu mencetak lonjakan penjualan yang luar biasa pada Maret 2021.

Tren ini diprediksi berlanjut hingga periode pemberian insentif ini berakhir. Apalagi, pemerintah memperluas insentif ini ke mobil berkapasitas mesin 1.500-2.500 cc, meski besaran diskonnya lebih rendah.

Pemerintah juga memangkas syarat pembelian komponen dalam negeri (local purchase) mobil penerima insentif ini dari 70% menjadi 60%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Tak ayal lagi, jumlah jenis mobil yang menikmati diskon PPnBM bertambah dari 21 menjadi 29. Dari kalkulasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil bakal terkerek ke level 80 ribu unit lebih, setelah insentif PPnBM berlaku. Jumlah ini di atas rata-rata penjualan bulanan November 2020-Februari 2021 sekitar 50 ribu unit sebelum pemberlakuan insentif tersebut.

Head of Product Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donel menuturkan, penjualan Ertiga dan XL7, yang menerima insentif PPnBM 0%, melesat tajam pada Maret 2021. Pada bulan itu, penjualan Ertiga naik empat kali lipat menjadi 1.200 unit, dibandingkan Februari sebanyak 300 unit.

Head of Product Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donel  Foto: IST
Head of Product Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donel Foto: IST

Sedangkan penjualan XL7, SUV bawah berbasis Ertiga, naik tiga kali lipat lebih menjadi 6.000 unit dari 2.000 unit. Seiring dengan itu, penjualan Suzuki melompat menjadi sekitar 8.000 unit pada Maret 2021, dibandingkan Januari dan Februari sebanyak 5.000 unit dan 6.000 unit.

“Insentif ini juga memberikan dampak psikologis yang bagus ke pasar, sehingga orang tergerak untuk membeli mobil,” tegas dia.

Harold memprediksi tren penjualan tetap kuat, kendati besaran diskon PPnBM tahap II hanya 50% dan tahap III 25% dibandingkan tahap I sebesar 100% alias PPnBM 0%. Lonjakan penjualan juga dinikmati Mitsubishi, melalui dua modelnya, Xpander dan Xpander Cross.

Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro. Foto: IST
Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro. Foto: IST

Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro mengungkapkan, penjualan Xpander dan Xpander Cross melompat menjadi 4.500 unit pada Maret 2020, dibandingkan 2020 yang hanya 2.100-2.200 unit. Toyota, pemimpin pasar mobil domestik, juga mencetak lonjakan order mobil-mobil penerima insentif PPnBM.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto menuturkan, insentif PPnBM 0% terbukti efektif mendongkrak penjualan mobil bermesin 1.500 cc ke bawah, seperti Avanza, Rush, dan Vios. Per 22 Maret 2021, surat pemesanan kendaraan (SPK) Vios melesat 500% menjadi 459 unit, Avanza naik 130,3% menjadi 5.714 unit, dan Rush 163,4% menjadi 7.725 unit, dibandingkan periode sama Februari. Henry menuturkan, hingga kini Toyota belum mengubah target pangsa pasar tahun ini sebesar 32%.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto. FotoL IST
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto. FotoL IST

Adapun volume penjualan akan mengikuti pergerakan pasar. Pundi-pundi penjualan Toyota bakal meningkat lagi, mengingat Toyota Fortuner dan Kijang Innova mendapatkan diskon PPnBM mobil bermesin 1.500-2.500 cc. Dari penelusuran, order Fortuner 4x2 naik 50% seminggu setelah perluasan insentif PPnBM mobil.

Pompa Produksi

Di sisi lain, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mulai menaikkan produksi pada Maret 2021 untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Mobil buatan TMMIN yang menerima insentif itu adalah Vios, Yaris, Sienta, Innova, dan Fortuner.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam menegaskan, produksi pabrik Karawang II yang menghasilkan Vios, Sienta, dan Yaris naik 15% pada Maret 2021.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam. Foto: IST
Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam. Foto: IST

Adapun produksi pabrik Karawang I yang merakit Innova dan Fortuner akan dipacu 15% mulai bulan ini. Berdasarkan data TMMIN, total produksi tahun lalu mencapai 119 ribu unit, jauh di bawah kapasitas terpasang sebanyak 250 ribu unit per tahun. Ini dipicu pandemi Covid-19, yang membuat produksi untuk alokasi pasar domestik tinggal 52% dari 2019, sedangkan ekspor lebih baik, 70% dari realisasi 2019.

Bob memastikan, para pemasok TMMIN tidak kewalahan dengan peningkatan produksi. Sebab, dalam otomotif, siklus penurunan dan kenaikan produksi adalah hal biasa. Saat produksi turun, para pemasok melakukan efisiensi, sedangkan saat naik, mereka siap memenuhi order dari pabrikan.

TMMIN, kata dia, berupaya membantu agen pemegang merek (APM) Toyota, dalam hal ini TAM, menjaga stok di dealer. Target stok yang dikejar adalah satu bulan penjualan.

Bob melihat potensi kenaikan penjualan mobil tahun ini cukup kuat. Sebab, ada beberapa korporasi yang mempercepat pengadaan mobil dari 2022 menjadi 2021, memanfaatkan momentum diskon PPnBM. Order satu korporasi lumayan, bisa 1.000 unit.

Selain itu, kata Bob, jumlah mobil yang sudah memasuki usia 10 tahun sekitar 5 juta unit tahun ini. Biasanya, konsumen mengganti mobil ketika mobil sudah melewati 10 tahun.

Itu sebabnya, Bob menilai, pasar perlu terus diberikan sti mulus untuk mempercepat pemulihan. Salah satunya adalah insentif pajak. “Porsi pajak mobil di Indonesia mencapai 40%, 10-12,5% lebih mahal dari Thailand,” kata Bob.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan usaha
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan usaha

Bob meyakini, jika porsi pajak mobil bisa dipangkas menjadi 20%, pasar mobil bakal melaju berkisar 1,5-2 juta unit per tahun. Ketika level ini tercapai, ekspor mobil bakal turut terkerek. Industri terkait otomotif, kata dia, juga akan diuntungkan dengan pasar domestik sebesar itu, seperti pemasok, asuransi, perusahaan pembiayaan, hingga pemerintah daerah.

Dia juga menyinggung soal PPnBM sedan kecil seperti Vios yang mencapai 30%, dibandingkan MPV 4x2 10%. Jumlah pajak ini terbilang mahal, sehingga penjualan sedan kecil. Tetapi, bukan berarti sedan tidak popular di Indonesia. Buktinya, ketika PPnBM Vios dipangkas menjadi 0%, terjadi lonjakan surat pemesanan kendaraan (SPK) yang luar biasa, sebesar 500%.

Berdasarkan data Gaikindo, pada Februari 2021, penjualan mobil secara wholesales turun 38% menjadi 49.202 unit, dibandingkan bulan sama tahun lalu 79.644 unit. Dibandingkan Januari 2021, penjualan mobil bulan Februari ambles 11% dari 52.909 unit. Per Februari 2021, penjualan mobil domestic mencapai 102.111 unit, turun 36% dibandingkan periode sama tahun lalu 160.079 unit.

Gaikindo memperkirakan penjualan mobil tahun ini mencapai 750 ribu unit, naik 25% dari tahun lalu 603.842 unit. Salah satu katalis kenaikan penjualan mobil adalah insentif PPnBM 0% selama Maret-Mei 2021. Insentif ini diyakini dapat mendongkrak penjualan mobil hingga 80 ribu unit per bulan. (ts/esa)

Baca juga

https://investor.id/macroeconomics/ekonomi-kuartal-ii-bisa-tumbuh-7

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN