Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo  memberikan sambuatn saat peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang, Senin (25/1/2021). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo memberikan sambuatn saat peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang, Senin (25/1/2021). Sumber: BSTV

Presiden Jokowi: Wakaf Uang Kurangi Ketimpangan Sosial

Senin, 25 Januari 2021 | 11:41 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden  Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah akan terus mencari jalan dan menemukan terobosan untuk mengurangi ketimpangan sosial dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok tanah air.  

“Saya telah berkali-kali menyampaikan, menekankan pentingnya redistribusi aset, kemudian juga yang berkaitan dengan perluasan akses permodalan, kemudian juga penguatan keterampilan dan perubahan budaya dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Salah satu langkah terobosan yang perlu kita pikirkan adalah pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf,” kata Presiden Jokowi pada peluncuran  Gerakan Nasional Wakaf Uang dan peresmian Brand Ekonomi Syariah di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/1/2021).  

Presiden Joko Widodo  memberikan sambuatn saat peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang, Senin (25/1/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan sambuatn saat peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang, Senin (25/1/2021). Sumber: BSTV

Pada kesempatan itu,  Presiden Jokowi didampingi  Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin,  dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Acara ini juga dihadiri secara  virtual oleh  Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso,  Ketua Badan Wakaf Indonesia Muhammad Nuh, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, para gubernur di seluruh Indonesia, dan para sejumlah tokoh masyarakat maupun tokoh agama.

Ia mengatakan, potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak maupun benda bergerak,  termasuk wakaf dalam bentuk uang. Potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun dan potensi wakaf uang dapat menembus angka Rp188 triliun.

“Oleh karena itu, kita perlu perluas lagi cakupan pemanfaatan wakaf, tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah tetapi dikembangkan untuk tujuan sosial-ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat,” katanya.

Ia juga secara khusus  menyambut baik peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia.

Gerakan Nasional Wakaf Uang. Sumber: BSTV
Gerakan Nasional Wakaf Uang. Sumber: BSTV

“Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Nasional Uang hari ini menjadi bagian penting bukan hanya meningkatkan awareness (kepedulian), literasi, dan edukasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah tetapi sebagai upaya memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di negara kita,” ujarnya.

Kepala Negara juga menegaskan, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia sudah saatnya Indonesia memberikan contoh praktek pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, kredibel, terpercaya, dan memiliki dampak yang produktif bagi kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam.

“Sekaligus akan bisa memberikan pengaruh signifikan pada upaya menggerakkan ekonomi nasional kita, khususnya di sektor usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” katanya.

Di bagian lain sambutannya, Presiden Jokowi juga menyambut baik peresmian brand ekonomi syariah yang dinilainya penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Ini sangat penting untuk meningkatkan awareness masyarakat, sebagai dukungan atas seluruh kegiatan ekonomi syariah Indonesia dan menyatukan gerakan meningkatkan nilai tambah ekonomi syariah di negara kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN