Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pipa gas bumi. Foto ilustrasi: nawacita.co

Pipa gas bumi. Foto ilustrasi: nawacita.co

Presiden Minta Hitungan Penurunan Harga Gas Industri

Rabu, 18 Maret 2020 | 11:19 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta hasil perhitungan penurunan harga gas untuk industri dari kementerian terkait dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) pagi ini. Hal ini menindaklanjuti opsi-opsi penurunan harga gas yang telah diumumkan pada 6 Januari lalu.

Presiden Jokowi menuturkan, dirinya telah memberikan tiga opsi untuk menurunkan harga gas industri pada 6 Januari lalu. Ketiga opsi ini adalah mengurangi atau bahkan menghilangkan jatah pemerintah dalam penjualan gas, pemberlakukan jatah pasokan gas domestik (domestic market obligation/DMO), dan membebaskan impor gas untuk industri.

“Saya minta Ratas hari ini saya bisa diberikan hitung-hitungannya, kalkulasinya seperti apa,” kata dia ketika membuka Ratas di Jakarta, Rabu (18/3).

Penurunan harga gas industri merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) 40/2016 yang mengatur harga gas tidak boleh lebih dari US$ 6 per mmbtu. Enam industri yang mendapat harga gas khusus ini adalah pembangkit listrik, industri kimia, industri makanan,industri keramik, industri baja, industri pupuk, dan industri gelas.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui, sejauh ini masih ada beberapa industri yang harga gasnya masih belum turun. Beberapa diantaranya adalah industri keramik yang membeli gas dengan harga US$7,7 per juta british thermal unit (MMBTU), kaca US$ 7,5 per MMBTU, sarung tangan karet US$ 9,9 per MMBTU, dan oleokimia US$ 8-10 per MMBTU.

Sejauh ini, baru industri pupuk, petrokimia dan baja yang sudah mengalami penyesuaian harga sesuai Perpres Nomor 40 Tahun 2016 sebesar USD6 MMBTU. Untuk industri pupuk, penyesuaian harga gas terjadi di PT Pupuk Kalimantan Timur 1-4 dengan harga US$ 3,99 per MMBTU, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang US$ 6 per MMBTU, PT Pupuk Iskandar Muda US$ 6 per MMBTU, dan PT Pupuk Kujang US$ 5,84 per MMBTU.

Untuk industri petrokimia, pemerintah menetapkan harga gas PT Petrokimia Gresik senilai US$ 6 per MMBTU dan PT Kaltim Parna Industri US$ 4,04 per MMBTU. Sementara itu, harga gas untuk sektor baja dikenakan sebesar US$ 6 per MMBTU di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN