Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Produksi CPO Kalbar Tahun Ini 6 Juta Ton

Senin, 25 Januari 2021 | 10:51 WIB

Pontianak, investor.id-Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Kalimantan Barat (Gapki Kalbar) optimistis produksi dan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Kalbar tahun ini tetap baik. Dari sisi kinerja produksi CPO tetap baik karena diproyeksikan sama dengan 2020 yaitu lebih kurang 6 juta ton, terdiri atas 5 juta ton CPO dan 1 juta ton inti sawit (palm kernel/PK).

Ketua Gapki Kalbar Purwati Munawir di Pontianak, Senin (25/1), mengatakan, sementara dari sisi harga CPO, pergerakannya cenderung semakin membaik sejak 2019 dan diperkirakan masih tetap bergerak naik setidaknya sampai semester I- 2021. “Jika mengulas sifat iklim tahun 2019-2020 yang cukup kondusif bagi sektor perkebunan sawit, kami optimis produksi dan harga CPO pada tahun 2021 ini akan tetap baik," ujar dia.

Namun demikian, tambahnya, strategi pasar masih harus dikawal terutama terkait dengan efisiensi tata kelola sawit di lapangan. "Demikian pula serapan pasar global terutama ke negara Cina, India diperkirakan masih tetap baik hal ini dipengaruhi oleh daya saing CPO yang cukup kuat terhadap minyak nabati lain (kedele, jagung) karena produksi yang cenderung terbatas," kata dia.

Menurutnya, dengan perkiraan tersebut dan dengan kondisi harga yang baik akan dapat berpengaruh positif bagi sisi penerimaan petani sawit di Kalbar. "Penerimaan petani sawit dapat dilihat dari nilai tukar petani atau NTP terutama di sektor perkebunan. Nah dari histori yang ada selalu tinggi atau di atas 100 poin. Dengan potret yang ada diharapkan dari sisi pengeluaran dapat terkelola dengan baik dan petani lebih sejahtera," kata dia.

Dari analisa Gapki Kalbar dan data yang ada, meski di tengah situasi pandemi Covid-19 sejak awal 2020 hingga saat ini, ternyata CPO sebagai salah satu komoditi turunan dari kelapa sawit, mampu bertahan dengan posisi harga lebih baik dibandingkan dengan harga rata-rata CPO pada 2019 yaitu sebesar Rp 6.540 per kilogram (kg) yang mana harga terendah Rp 5.877 per kg pada Januari dan harga tertinggi pada Desember 2019 yakni Rp 8.155 per kg. Harga rata-rata CPO selama 2020 di posisi Rp 8.117 per kg dengan harga tertinggi pada kuartal-IV yaitu Rp 9.373 per kg. Pergerakan harga sepanjang tahun 2020 relatif stabil dengan sedikit berfluktuasi turun walaupun tidak signifikan pada kuartal-III dengan harga terendah pada kisaran Rp 6.265 per kg.

Data Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar menyampaikan, pada awal 2021 harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit mencatat rekor tertinggi dibanding setiap penetapan harga sepanjang 2020 lalu terutama untuk umur 10-20 tahun karena saat ini harganya sudah mencapai Rp 2.109,05 per kg. Untuk harga CPO Rp 9.250,33 per kg.

Sementara itu, berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Kalbar bahwa sawit dan produk turunannya masuk dalam jajaran lima besar mencatat devisa ekspor dan bea keluar. Pada 2020, bea keluar yang dicatatkan oleh komoditas minyak kelapa sawit dan fraksinya sebesar Rp 5,89 miliar. Sedangkan nilai devisa yang dicatatkan dari komoditas CPO dan turunannya US$ 110 juta. Kepala Seksi Pengolahan Data Kanwil DJBC Kalbagbar Purba Sadi melihat ada fenomena menarik dengan bergeliatnya ekspor komoditas pertanian ini. "Yang menarik komoditas perkebunan ini, ada peningkatan," tutur dia.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN