Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perkebunan sawit di Jambi yang harus menjalani peremajaan.

Perkebunan sawit di Jambi yang harus menjalani peremajaan.

Produktivitas Hanya 30%, Kementan Dorong Peremajaan Sawit di Jambi

Sabtu, 6 November 2021 | 12:46 WIB
Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong percepatan peremajaan sawit (replanting) di kawasan perkebunan sawit Provinsi Jambi. Menurut Mentan, produksi sawit perlu diperhatikan secara serius, mengingat kebutuhan minyak dunia yang semakin meningkat.

"Produktivitasnya tinggal 20-30 %, Jadi kita harus segera replanting agar kita tidak kehilangan hasilnya," ujar Mentan Syahrul dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jambi, Jumat, 5 November 2021.

Soal peremajaan ini menurut Mentan, merupakan amanat dari Presiden Joko Widodo yang meminta semua jajaran terkait, termasuk juga pemerintah daerah agar betul-betul membantu petani yang sudah rela memotong sawitnya untuk di-replanting.

"Ini penting sekali karena produksi sawit harus diperhatikan. Dan kami sudah dalam pembicaraan-pembicaraan teknis bersama Bapak Gubernur dan Bapak Bupati. Saya ke sini juga atas perintah Bapak Presiden," katanya seperti dilansir siaran pers dari Kementerian Pertanian.

Di sisi lain, Mentan mengajak para petani Jambi untuk memanfaatkan lahan yang sedang di-replanting, agar ditanami jagung untuk sementara waktu. Jagung menurut Mentan memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi petani.

"Jadi selama mereka menunggu tumbuh kembali sawitnya kurang lebih 1,5 tahun sampai 2 tahun, kita 'mainkan' dulu jagung di bawahnya. Jagung itu juga menghasilkan yang luar biasa. Saya punya pengalaman waktu jadi gubernur dengan melakukan pola tanaman seperti itu, rakyat ikut terbantu dengan baik," katanya.

Sedikit informasi, Indonesia sebagai produsen sekaligus eksportir terbesar minyak sawit dunia telah memproduksi 47,18 juta ton pada 2020, yang sekitar 37,3 juta ton terserap di pasar ekspor. Nilai ekspor tersebut menunjukkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas yang penting bagi perekonomian Indonesia dan berperan besar sebagai menyumbang devisa bagi negara.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2020, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang mengembirakan. Pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24% quarter to quarter. Begitupun pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15% dan 2,59% year on year. Demikian juga memasuki triwulan II 2021, PDB sektor pertanian masih konsisten tumbuh positif sebesar 12,93% quarter to quarter.

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit, dengan menjaga luasan lahan, memperbaiki Tata Kelola agar perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara optimal.

Peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit terus difasilitasi dengan pemanfaatan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) melalui kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat telah dilakukan sejak tahun 2016, dengan menyasar kebun-kebun sawit rakyat dengan tanaman tua yang berusia lebih dari 25 tahun, serta lahan dengan produktivitas rendah dan sudah waktunya diremajakan. Setiap tahun program PSR ditargetkan mencakup seluas 180.000 hektare di 21 provinsi sentra kelapa sawit.

Program PSR telah berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19 dengan menyerap banyak tenaga kerja dan memutar roda perekonomian serta menciptakan multiplier effect. Luas tutupan sawit nasional mencapai 16,38 juta hektare, seluas 6,72 juta hektare merupakan sawit rakyat. Dari luas areal sawit rakyat tersebut, seluas 2,78 juta hektare potensial untuk diremajakan. Pada sisi lain, produktivitas sawit nasional baru mencapai 3 – 4 ton per hektare.


 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN