Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pertamina (Persero) memperluas Program Langit Biru ke tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yakni Kabupaten Banjarnegara, Pati, Gunung Kidul, Magelang, Temanggung, Bantul, dan Klaten. Melalui program ini, Pertamina menjual Pertalite seharga Premium, yakni Rp 6.450 per liter. (sumber : doc. Pertamina)

PT Pertamina (Persero) memperluas Program Langit Biru ke tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yakni Kabupaten Banjarnegara, Pati, Gunung Kidul, Magelang, Temanggung, Bantul, dan Klaten. Melalui program ini, Pertamina menjual Pertalite seharga Premium, yakni Rp 6.450 per liter. (sumber : doc. Pertamina)

Program Langit Biru Bisa Tekan Biaya Pebisnis Logistik

Senin, 11 Januari 2021 | 23:50 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Program Langit Biru (PLB) Pertamina di beberapa wilayah, termasuk Jawa Barat dinilai menguntungkan pengusaha logistik, karena dapat menekan biaya perawatan. Alhasil, tarif logistik dan harga jual barang menjadi kompetitif.

"Jadi, PLB sangat tepat, apalagi di saat pandemi Covid-19 yang melemahkan daya beli masyarakat. Bagi pengusaha transportasi logistik dan angkutan penumpang, biaya perawatan kendaraan bisa turun, karena menggunakan BBM (bahan bakar minyak) berkualitas," kata pakar logistik Univeritas Padjadjaran Bandung Ina Primiana, Senin (11/1/2021).

Dalam situasi pandemi Covid-19, lanjut dia, masyarakat dan sektor usaha sangat berhitung soal biaya. Sebab, roda ekonomi belum sepenuhnya pulih. Bahkan, ada kecenderungan kembali melambat, yang salah satunya dipicu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta awal Januari 2021

Menurut dia, situasi sekarang menyulitkan industri angkutan barang dan penumpang. Meski mulai meningkat, angkutan logistik juga belum pulih, karena kapasitas produksi menurun, sehingga tidak ada barang yang diangkut. Adapun sektor angkutan penumpang dibatasi aturan social distancing.

Dengan demikian, dia menuturkan, PLB bisa menjadi pilihan bagi industri sektor transportasi dan logistik. Alasannya, setiap perusahaan tentu memiliki anggaran perawatan kendaraan. Dengan demikian, mereka juga bisa berhitung, bahwa BBM beroktan lebih tinggi berpengaruh positif terhadap perawatan kendaraan.

Sebelumnya, Pertamina menyatakan meneruskan PLB di berbagai daerah awal 2021. Di Jawa Barat, program tersebut dilanjutkan Kota Bogor, Depok, dan Sukabumi. Selain untuk membantu meningkatkan kualitas udara bersih, kelanjutan PLB dipicu banyaknya angkutan umum di ketiga kota tersebut.

Secara terpisah, Sekretaris Komisi I DPRD Sukabumi Yunus Suhandi menyikapi positif perpanjangan PLB Pertamina. Soalnya, program tersebut sangat membantu masyarakat, termasuk pengusaha kendaraan umum. "Saya menyambut baik program ini, yang menyamakan harga Pertalite setara Premium. Apalagi, bisa meningkatkan penggunaan BBM yang lebih berkualitas, sehingga bisa semakin meningkatkan kualitas udara di Sukabumi," katanya.

Menurut dia, program tersebut juga tepat, karena saat ini populasi kendaraan bermotor, terutama roda dua meningkat di Sukabumi.


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN