Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada Garuda Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Armada Garuda Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Proses Renegosiasi Utang Garuda Perlu Meniru Malaysian Airlines

Kamis, 18 November 2021 | 06:18 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Semua pihak diminta untuk memberikan ruang bernegosiasi dengan kreditur kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang saat ini tengah berjuang untuk keluar dari krisis utang. Pemberian ruang ini dinilai bisa memunculkan keyakinan kreditur bahwa Garuda Indonesia memang sungguh-sungguh ingin menyelesaikan kewajibannya.

"Biarkan mereka menyelesaikan proses renegosiasi dengan kreditur sampai titik akhir. Jangan diberikan aura-aura yang tidak men-support negosiasi yang sedang dijalankan," kata Associate Partner BUMN Research Group pada Lembaga Manajemen Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto di sela-sela diskusi FGD with Editors, Rabu (17/11).

"Kalau renegosiasi sedang jalan, jangan ada berita, ‘Kalau nggak bisa, nanti Pelita Air Service saja dimunculkan’," tambah dia. Sebelumnya, Kementerian BUMN dilaporkan menyiapkan PT Pelita Air Service (PAS) untuk menggantikan rute penerbangan domestik PT Garuda Indonesia Tbk.

Toto mencontohkan restrukturisasi yang dilakukan Malaysia Airlines sebagai perbandingan. "Malaysian Airlines juga punya problem yang sama tapi di sana, pemerintah jamin restrukturisasi sampai dengan 2025. Sehingga di April lalu, renegosiasi mereka dengan kreditur dan lessor sudah selesai. Kreditur percaya karena ada jaminan pemerintah," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Nien Rafles Siregar, managing partner dari Siregar Setiawan Manalu Partnership mengatakan, perusahaan-perusahaan besar yang terdampak Covid-19 harus diberikan keleluasaan untuk melakukan restrukturisasi. "Dalam konteks pengadilan, diberikan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) untuk menghindari kepailitan," kata dia.

Perkembangan terakhir, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyampaikan skema proposal restrukturisasi kepada lessor dan kreditur sebagai bagian pemulihan kinerja. Adapun skema proposal restrukturisasi ini telah disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara real time oleh seluruh lessor, kreditur, maupun pihak terkait lainnya mengacu pada ketentuan non-disclosure agreement yang telah disepakati seluruh pihak.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN