Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut MRT Jakarta William Sabandar. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dirut MRT Jakarta William Sabandar. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

PT MRT Jakarta Siap Bangun Fase 3 dan 4

Rabu, 6 Januari 2021 | 06:22 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT MRT Jakarta menyatakan bersiap memulai pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) fase 3 dari Ujung Menteng-Kali Deres.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, saat ini sedang dalam proses desain oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dari hasil feasibility study (FS), pembangunan Fase 3 sepanjang 31 kilometer ini diperkirakan membutuhkan biaya Rp 51 triliun hingga Rp 55 triliun. Proyek ini ditargetkan tuntas pada 2028.

“MRT Kalideres-Ujung Menteng sedang dalam proses desain. Kalau estimasi pendanaan yang kita dapat dari proses FS untuk jalur sepanjang 31 kilometer ini akan menelan pendanaan Rp 51-55 triliun. Tapi tergantung pilihan trase dan ini dalam proses desain dilakukan konsultan yang bekerja di bawah Kemenhub,” kata William dalam Dialog Awal Tahun Bersama MRT Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Presentasi Dirut MRT Jakarta William Sabandar tentang rencana pengembangan MRT Jakarta
Presentasi Dirut MRT Jakarta William Sabandar tentang rencana pengembangan MRT Jakarta

Sempat disebutkan bahwa sudah ada sejumlah lembaga yang tertarik untuk membiayai pembangunan MRT Fase 3, antara lain JICA dan beberapa bank pembangunan.

Selain itu, kata William, PT MRT Jakarta tengah menginisiasi proyek MRT Fase 4 dari Fatmawati-TMII sepanjang 12 kilometer. Menurut dia, proyek ini didorong dengan skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU).

“Sedang diinisasi proses penerbitan obligasi pemerintah dan nanti didampingi dengan strategic partner atau mitra swasta yang berminat. Skemanya juga dilakukan dengan pengembangan TOD (transit oriented development),” jelas William.

Pembangunan fase 2B: Kota- Ancol Barat
Pembangunan fase 2B: Kota- Ancol Barat

Dia menyebutkan, pihaknya sudah membuat pra-FS proyek MRT Fase 4 ini dan dilanjutkan penyusunan FS dan desain pada tahun ini. Sejalan dengan itu, direncanakan pula pada tahun ini dilaksanakan market sounding kepada para calon investor.

“Tahun 2022 dimulai konstruksi dan berlangsung sampai tahun 2027. Fatmawati-TMII berdasarkan pra-FS diperkirakan kebutuhan biayanya sekitar Rp 25-28 triliun sepanjang 12 kilometer,” sebut William.

Dukung penerapan PSBB, MRT tutup operasional 7 stasiun. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Salah satu pintu Satsiun MRT sempat tutup operasional saat PSBB. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Dia menjelaskan, pihaknya bersama pemerintah gencar membangun moda transportasi MRT dalam rangka mewujudkan target lintasan MRT sepanjang 235 kilometer di wilayah Jakarta pada 2035 sekaligus menjadikan MRT sebagai tulang punggung transportasi di Ibu Kota.

“Berdasarkan Master Plan by 2035, targetnya wujudkan jaringan kereta atau transportasi MRT 235 kilometer. Fase 1 dan 2 ke Ancol Barat kalau selesai 28 kilometer lalu fase 3 selesai dan ini dilakukan paralel, maka MRT jadi backbone transportasi,” terang William. (az/tm)

Baca juga

https://investor.id/infrastructure/pandemi-mrt-jakarta-tetap-raih-laba

https://investor.id/infrastructure/mrt-jakarta-bidik-pendapatan-nontiket-rp-450-miliar

https://investor.id/infrastructure/mrt-targetkan-ratarata-65000-penumpang-harian

https://investor.id/corporate-action/anak-usaha-mrt-jakarta-akan-ipo-di-2022

https://investor.id/business/proyek-mrt-bundaran-hiancol-barat-rampung-2028

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN