Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir

Realisasi Kredit Usaha Rakyat Capai Rp 73,2 Triliun

Rabu, 28 April 2021 | 22:11 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Realisasi Kredit Usaha  Rakyat  (KUR) hingga Senin (26/4) telah mencapai Rp 73,2 triliun yang direalisasikan dari plafon Rp 253 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi tahun-tahun sebelumnya, realisasi ini menunjukkan pertumbuhan KUR sudah melampaui pola normal perkembangan KUR.

“Berarti itu (Rp 73,2 triliun) sudah mencapai 29% dari target, ini luar biasa apalagi kalau dikasih insentif tambahan subsidi bunga. akan bisa mendorong percepatan penyaluran KUR,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar  Simorangkir  dalam acara Penandatangan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara Deputi Bidang Usaha Mikro dengan Penyalur KUR, di Jakarta pada Rabu (28/4).

Bila dirinci realisasi KUR sebesar Rp 73,2 triliun ini terbagi dalam sejumlah kelompok. Pertama yaitu KUR super mikro sebesar Rp 3,02 triliun dengan 346.056 debitur. Kedua  KUR mikro realisasinya sebesar Rp 44,83 triliun dengan 1.479.478 debitur. Ketiga yaitu  KUR kecil sebesar Rp 25,32 triliun dengan 130.477 debitur. Keempat yaitu KUR TKI sebesar 20,31 miliar dengan 878 debitur.

Iskandar  mengatakan bila dilihat dari kinerja per bulan maka  pada bulan Februari  KUR yang disalurkan melalui bank sebesar Rp 22 triliun. Penyaluran dari KUR dari bank meningkat jadi Rp 24,68 triliun pada Maret.

“Padahal waktu tahun 2019 posisi normal hanya di kisaran Rp 17 triliun sampai Rp 19 triliun. Momentum ini harus kita manfaatkan mengingat sudah mulai bergeraknya aktivitas ekonomi kita semakin meningkat,” ucap Iskandar.

Iskandar mengatakan Presiden Joko Widodo sudah menyetujui  relaksasi tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% sampai dengan akhir tahun 2021. Dengan suku bunga yang rendah ini diharapkan maka pembiayaan untuk UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi kita bisa kita capai. Menurut Iskandar persyaratan dari persetujuan KUR juga termasuk mudah.

“Bahkan tidak diperlukan agunan, kita perluas itu sampai dengan Rp 100 juta yang nantinya diputuskan oleh para menteri dalam rapat komite yang akan datang,” kata Iskandar.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan permasalahan yang dihadapi yaitu meningkatkan kapasitas dan daya saing produk UMKM. Meskipun  UMKM berperan 60% terhadap  Produk Domestik Bruto (PDB) tetapi kalau dilihat dari jumlah  sebenarnya ini tidak produktif..

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

“Karena UMKM kita banyakan skala usahanya nonekonomis juga belum menggunakan teknologi produksi manufacturing dan engineering yang cukup baik. Nah kalau ini kita terus terusan saya kira bahaya struktur ekonomi dalam negeri,” ucapnya.

Ia mengatakan untuk mengembangan UMKM, membutuhkan kerjasam seluruh pihak terkait. Pihak perbankan juga harus berani menginkubasi UMKM yang punya potensi naik kelas. UMKM naik kelas bukan hanya mempersiapkan sumber daya manusia saja tetapi juga harus mempersiapkan bahan baku dan komponen lain. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan  pendekatan yang terintegrasi antara pendampingan dengan pembiayaan dan pasar.

“Mau didampingi sebanyak-banyaknya gak akan naik-naik kelas skala ekonominya seperti itu saja. Karena itu saya kira penting untuk kita memprioritaskan itu, maka nanti dalam rancangan Perpres Kewirausahaan ini pendampingan inkubasi harus  terintegrasi dengan pembiayaan KUR,” ucap Teten.

Pihaknya  telah mengusulkan tambahan anggaran subsidi bunga KUR kepada Kementerian Keuangan dengan total sebesar Rp 12,41 triliun. Dengan rincian Rp 7,6 triliun untuk bunga KUR regular dan bunga kur untuk masa pandemic sebesar Rp 4,18 triliun. Pemerintah ingin terus meningkatkan jumlah wirausahawan baru. Sebab rasio kewirausahaan di Indonesia baru 3,47%.

“Padahal di negara-negara maju itu presentasi wirausaha rata-rata sebesar 14%. Kalau kita mau menjadi negara maju di 2045  maka harus menambah wirausaha baru. Tahun 2024 kita targetkan ada 4% jumlah wirausaha baru,” ucap Teten.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN