Menu
Sign in
@ Contact
Search
Grab Bike. (REUTERS/Beawiharta)

Grab Bike. (REUTERS/Beawiharta)

Respons Grab Indonesia soal Kenaikan Harga BBM

Minggu, 4 September 2022 | 18:47 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

NUSA DUA, investor.id – Pemerintah telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yaitu Pertalite dan solar. Begitu juga dengan jenis Pertamax.

Harga Pertalite naik 30,7% dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Solar subsidi naik 32% dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Pertamax naik 16% dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Kenaikan harga BBM diperkirakan akan berdampak pada berbagai sektor, khususnya yang berhubungan langsung dengan transportasi. Menanggapi hal tersebut, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pihaknya masih mengkaji dampak dari kenaikan harga BBM tersebut. Grab Indonesia akan tetap mematuhi kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Baca juga: Pembelian Solar sudah Dibatasi, Pertalite?

“Kami akan lihat perkembangannya dulu dan mengikuti pemerintah,” ucap Ridzki di The Westin Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (3/9/2022).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk konsumsi Pertalite, sebesar 86% dinikmati oleh rumah tangga dan 14% dinikmati dunia usaha. Untuk konsumsi Pertalite oleh rumah tangga bila dirinci, 60% masyarakat rumah tangga mampu-atas menikmati 15,89 juta kiloliter (80%) dan 40% masyarakat rumah tangga bawah menikmati 3,96 juta kiloliter (20%).

Baca juga: Sssttt... Blue Bird (BIRD) sedang Hitung Tarif Baru Taksi, Gara-gara Harga BBM Naik

“Dari anggaran Pertalite subsidi Rp 93,5 triliun, ini 80% atau hampir Rp 60 triliun dinikmati oleh rumah tangga yang relatif mampu atau bahkan sangat kaya,” ucap Sri Mulyani.

Untuk konsumsi solar ternyata 89% dinikmati oleh dunia usaha dan 11% dinikmati oleh rumah tangga. Jika dirinci untuk solar yang dikonsumsi rumah tangga, maka 95% atau 1,69 juta kiloliter dinikmati rumah tangga mampu dan hanya 5% atau 0,1 juta kiloliter yang dinikmati rumah tangga miskin (petani dan nelayan).

Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Angkutan? Organda: Tunggu Aba-aba

“Dari anggaran subsidi solar Rp 149 triliun, hanya 5% dinikmati rumah tangga tidak mampu, selebihnya dunia usaha dan rumah tangga mampu,” ujar Sri Mulyani.

Sedangkan untuk pertamax, 98% dinikmati oleh rumah tangga, yang terbagi dalam 86% rumah tangga mampu dan 14% rumah tangga tidak mampu.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com