Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Snapcart melakukan riset konsumen untuk mengetahui tren perilaku masyarakat dalam berbelanja online selama 3 bulan terakhir

Snapcart melakukan riset konsumen untuk mengetahui tren perilaku masyarakat dalam berbelanja online selama 3 bulan terakhir

Riset Snapcart Potret Perilaku Belanja Online Selama Ramadan 2022

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:13 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ramadan merupakan bulan berbelanja online paling tinggi dalam budaya masyarakat Indonesia. Maraknya kemeriahan serta antusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam berbelanja online terlihat sejak momen menjelang Ramadan hingga Hari Raya Lebaran. Hal ini menjadi momen penting bagi semua pemain e-commerce. Terlihat persaingan sengit antar e-commerce selama Program Ramadan yang dihadirkan oleh setiap pemain, baik melalui ragam inovasi, fitur menarik, hingga promo terbaik.

Snapcart melakukan riset konsumen untuk mengetahui tren perilaku masyarakat dalam berbelanja online selama 3 bulan terakhir yang didalamnya meliputi bulan Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri. Riset ini dilakukan dengan metode online yang diikuti oleh 1000 responden dari usia 20-35 tahun, yang tersebar di berbagai area di Indonesia.

Dalam riset Snapcart terkait “Perilaku Belanja Online Masyarakat Selama bulan Ramadan” menunjukkan bahwa 77% konsumen di Indonesia mengaku Shopee merupakan merek yang paling diingat atau menjadi Top of Mind saat ingin berbelanja kebutuhan keluarga maupun individu selama masa persiapan hingga selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Posisi ini diikuti Tokopedia 18% dan Lazada 4%. Situs belanja online lain yang juga disebut konsumen adalah Bukalapak, Blibli dan JD.ID

“Di bulan suci Ramadan, situs belanja online semakin diminati dan menarik perhatian masyarakat. Di antara 3 pemain e-commerce, Shopee terlihat paling aktif dalam memperkuat posisinya melalui berbagai program yang dihadirkan, seperti iklan, acara TV, live stream, video, promo, dan kolaborasi lainnya. Hal ini menjadi salah satu alas an kuat yang menjadikan Shopee unggul dalam penilaian merek yang paling diingat selama bulan Ramadan dengan presentase yang cukup signifikan,” kata Astrid Wiliandry, Direktur Snapcart Indonesia, di Jakarta.

Hampir semua responden mengaku turut berpartisipasi aktif dan telah memanfaatkan berbagai program spesial Ramadan yang disajikan oleh situs-situs online untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan. Dari survei tersebut , terdapat tiga program yang paling diminati oleh responden. Shopee Big Ramadan Sale merupakan program yang paling diminati dimana 88% responden mengaku turut berbelanja dan memanfaatkan promo serta hiburan yang dihadirkan Shopee, diikuti dengan 41% belanja di Tokopedia Ramadan Ekstra, 19% berbelanja di Lazada Ramadan Festival, dan 3% tidak menyebut.

Tren Perilaku Belanja Online

Ramadan banyak mengubah kecenderungan perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada masa bulan puasa ini, menariknya justru banyak masyarakat Indonesia yang lebih aktif pada malam hari daripada siang hari. Perubahan perilaku ini juga terlihat dalam kebutuhan mereka dalam berbelanja online.

Hasil riset Snapcart menemukan 34% responden lebih suka berbelanja pada malam hari (antara pukul 18.00-24.00), diikuti 29% responden berbelanja pada siang hari (pukul 12.30-15.00), 15% responden suka berbelanja pas waktu ngabuburit (pukul 16.00-18.00) sambil menunggu waktu berbuka puasa, 14% responden mengaku lebih suka belanja pada pagi hari (pukul 09.00-11.00), dan 8% responden mengaku suka memanfaatkan waktu setelah sahur sambil menunggu subuh (pukul 03.00-06.00) untuk berbelanja online. “Ini menarik. Dibandingkan pada bulan biasa, umumnya orang jarang belanja di malam hari,” kata Astrid.

Lantas tren perilaku belanja online juga dapat diamati melalui pilihan produk paling banyak dibeli selama Ramadan 2022. Riset Snapcart menunjukkan, fashion dan aksesoris tetap menempati posisi paling tinggi 68%, diikuti sebanyak 49% responden membeli produk-produk makanan dan minuman untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari untuk sahur dan berbuka selama Ramadan. Kemudian sebanyak 45% responden membeli produk kosmetik dan perawatan, sedangkan 31% responden lainnya mengaku membeli peralatan rumah tangga. “Ini sesuai dengan budaya Indonesia, Ramadan dan Lebaran identik dengan memakai baju baru. Produk fashion dan aksesoris pun menjadi peringkat nomor satu,” tambah Astrid.

Dengan kebutuhan Ramadan yang beragam, promo menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh masyarakat. Melalui survey ini ditemukan 77% responden menjadi Rangkaian Promo Menarik menjadi hal yan paling dicari dalam program yang dihadirkan oleh pemain e-commerce pada bulan Ramadan. “Potongan harga atau penawaran terbaik menjadi salah satu aspek yang menjadi daya tarik utama pada setiap program yang dihadirkan khususnya selama bulan Ramadan,” kata Astrid.

Terbukti dari sebanyak 74% responden mengaku mengetahui program Shopee-Gratis Ongkir Rp 0 Semua Toko, 48% responden mengetahui program Shopee-Cashback 50% 5 Waktu, dan 61% mengetahui program Shopee Serba Seribu. Diikuti dengan program-program promo lain yang diketahui oleh responden, seperti Tokopedia-Cashback Sebar Kumpul Untung Ramadan Ekstra (26%), Tokopedia-Flash Sale Ramadan Ekstra Diskon Kilat (38%), Lazada-Gratis Ongkir Ramadan Festival (19%), dan Lazada-Diskon Langsung Ramadan Festival (15%).

Data-data di atas menunjukkan bahwa Shopee menjadi unggulan selama Ramadan, dimana terlihat melalui survey bahwa 77% responden memilih Shopee sebagai e-commerce yang paling sering digunakan untuk berbelanja persiapan dan kebutuhan selama bulan Ramadan. Hasil ini diikuti Tokopedia (19%) dan Lazada (4%).

Masyarakat Indonesia tidak hanya memanfaatkan platform belanja online atau e-commerce untuk memenuhi kebutuhan harian atau pendukung dengan keuntungan terbaik. Selain mendukung persiapan selama bulan Ramadan, Platform belanja online juga menjadi salah satu kegiatan yang dapat menemani menunggu waktu berbuka. Demi menjawab ragam kebutuhan dan hiburan, para pemain e-commerce terus berusaha untuk berinovasi dan menghadirkan fitur-fitur baru.

“Jika ditelaah saat ini, kami melihat aspek yang membuat masyarakat untuk memilih destinasi belanja online dipengaruhi oleh banyak hal seperti promo, pilihan produk yang ditawarkan, hingga fitur hiburan. Dimana melalui survey ini terlihat bahwa Shopee unggul khususnya dalam hal Membantu Kebutuhan Ramadan, Banyak Fitur, Inovasi & Games serta Sering Promo Ramadan. Hal inilah yang membuat kuatnya nilai saing Shopee khususnya selama bulan Ramadan,” sambung Astrid.

Selain iklan, acara TV, live stream, video, promo, serta kolaborasi lainnya, pada periode Ramadan ini terdapat fitur terbaru yang dihadirkan oleh Shopee, dimana melalui fitur ini masyarakat dapat membuat serta menonton berbagai konten video, yang disertai promo hadiah menarik. Melalui survey kali ini, terungkap bahwa Shopee Video menduduki peringkat 2 teratas pada indikator penilaian fitur hiburan terbaru yang diketahui oleh responden.

Melihat sengitnya persaingan e-commerce selama bulan Ramadan, para pemain e-commerce berlomba untuk melengkapi ragam aspek yang dapat menjadikan mereka destinasi pilihan belanja online. Selama periode Ramadan 2022, dapat disimpulkan Shopee merupakan e-commerce pilihan dan masih unggul menjadi jawara e-commerce nomor 1 di Indonesia. Dari banyak indikator pada riset dengan metode online yang dilakukan Shopee, Shopee dinyatakan sebagai peringkat pertama saat dibandingkan dengan e-commerce lainnya. Dengan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap belanja online, tren pertumbuhan yang terus berkembang serta pertarungan antar pemain e-commerce sangat menarik untuk diamati kelanjutannya pada tahun ini.

Snapcart adalah aplikasi online untuk riset pasar. Snapcart menyediakan insight mengenai pembelanja offline secara real-time untuk brand. Melalui aplikasi yang bisa diunduh online, Snapcart memberikan cashback untuk setiap struk belanja yang diunggah. Snapcart mengumpulkan miliaran data pada tingkat pembelanja individual. Suatu tingkat pengumpulan dan perincian data yang belum pernah ada sebelumnya dalam metodologi riset pasar. Snapcart membawa brand lebih dekat ke pemahaman holistik mengenai karakter pembeli. Lebih detail daripada metode-metode sebelumnya.

Snapcart dapat mengidentifikasi tingkat promosi yang optimal untuk memaksimalkan pendapatan, membantu mengevaluasi efektivitas pengeluaran media, bahkan menilik jauh ke dalam kebiasaan membeli, dan masih banyak lagi. Diakui secara global, Snapcart terpilih sebagai perusahaan ke-22 yang paling mendisrupsi di dunia oleh Disrupt 100. Snapcart telah bermitra dengan lebih 75 brand perusahaan FMCG di Asia Tenggara. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.snapcart.global.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN