Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

RNI Jadi Induk 8 BUMN Bidang Pangan

Kamis, 19 November 2020 | 21:57 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan telah membentuk klaster BUMN pangan yang terdiri atas delapan perusahaan. Holding akan dipimpin oleh  PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) selaku induk.

PT RNI akan membawahi delapan perusahaan pelat merah yang terkait dengan pangan. Kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), Perum Perikanan Indonesia, PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero). Akan tetapi dalam klaster pangan tersebut tidak masuk Perum Bulog.

“Kami Kementerian BUMN membuat klaster BUMN pangan agar lebih efisien, terkontrol, dan juga impact full. Untuk itu kita mengembangkan industri pangan nasional, baik untuk pasar domestik tetapi juga yang penting juga subsidi impor. Kita tidak antiimpor tetapi ya kalau bisa kita tekan lah,” jelasnya dalam Food Security Summit (JFSS) 2020, Kamis (19/11/2020).

Ia mengatakan, Covid-19 telah mengajarkan banyak hal, yakni negara-negara harus tetap sustainable, khususnya Indonesia merupakan negara dengan pasar yang besar dan sumber daya alami. Akan tetapi masih ada kekurangan dari sisi logistik dan teknologi.

“Komoditas yang kita fokuskan beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, ikan, cabai, bawang merah dan garam yang kita coba memfokuskan dikelola oleh BUMN pangan,” tuturnya.

Ia merinci kegiatan usaha dalam holding yang difokuskan ke inti bisnisnya. Dengan demikian, masing-masing perusahaan pelat merah tak akan saling membunuh, dan tidak menimbulkan tumpang tindih.

Lebih lanjut, ia menegaskan, kehadiran holding BUMN pangan tidak akan menyaingi pemain swasta, akan tetapi BUMN pangan justru menyediakan peluang untuk bekerja sama dengan swasta.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN