Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lahan Tebu

Lahan Tebu

RNI Produksi Gula Tebu 18 Ribu Ton

Rabu, 22 Juli 2020 | 09:36 WIB

Jakarta, investor.id–PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI Persero) mencatat kinerja produksi gula per Juni 2020 sebesar 18 ribu ton dan tetes tebu 14 ribu ton. Jumlah tersebut masing-masing turun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Penurunan tersebut karena giling tebu tahun ini baru dimulai pertengahan Juni, sedangkan tahun lalu telah dimulai dari bulan Mei.

Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha RNI Febriyanto optimistis di akhir periode pembukuan, produksi gula RNI akan lebih baik dari pencapaian tahun lalu dan mengalami peningkatan signifikan pada kinerja semester II-2020. Bersamaan dengan aktivitas giling yang masih berjalan serta masuknya gula impor dan peningkatan nilai tambah produk gula melalui penjualan ritel produk Raja Gula yang menyasar pasar rumah tangga, hotel, dan restoran. “Saat ini, pabrik gula RNI masih melaksanakan proses giling tebu, sehingga produksi gula baru tercatat signifikan pada semester kedua," kata dia di Jakarta, kemarin.

Selain gula, industri perkebunan RNI lainnya menunjukkan kinerja positif. Untuk crude palm oil (CPO) atau minyak sawit per Juni 2020 tercatat 5.428 ton atau meningkat 220 ton dari periode sama tahun lalu sebesar 5.208 ton. Produksi teh juga meningkat, sampai Juni 2020, produksi teh tercatat 1.801 ton atau naik 52 ton dibanding tahun lalu. RNI menyambut baik pencapaian positif di pertengahan tahun ini, apalagi saat ini dunia masih menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melemahnya transaksi di dunia usaha.

Guna menjaga tren positif tersebut, Febriyanto mengatakan, manajemen telah menyiapkan berbagai strategi di antaranya meningkatkan nilai tambah di sisi operasional melalui pemanfaatan aset idle untuk bisnis baru atau disewakan dan penciptaan business refocusing untuk produk-produk RNI yang sebelumnya difokuskan kepada distributor saja, kini akan menyasar pasar ritel sehingga meningkatkan penetrasi pasar. Perseroan juga akan terus memaksimalkan penjualan produk alat kesehatan di tengah tingginya permintaan.

Dalam aktivitas bisnisnya, RNI memiliki 11 anak perusahaan dalam bidang agroindustri, alat kesehatan, bidang perdagangan dan distribusi serta memiliki jaringan sebanyak 48 cabang yang tersebar di kota besar seluruh Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, RNI berperan aktif dalam penyediaan alat kesehatan, obat-obatan, serta APD di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, serta di RS BUMN, RS rujukan dan instansi lain yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, RNI juga mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 42 miliar pada semester I-2020 atau meningkat 124% dari periode sama 2019. Hal itu menunjukkan peningkatan kinerja perseroan yang signifikan, mengingat pada penutupan tahun buku 2019 perseroan mencatatkan rugi Rp 64,80 miliar.

Direktur Keuangan RNI Pramusti Indrascaryo mengatakan, pencapaian laba tersebut 120% lebih tinggi dari target anggaran yang ditetapkan sampai Juni 2020. “Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari peningkatan penjualan yang tercapai Rp 2,50 triliun atau 18% di atas anggaran Rp 2,10 triliun," kata Pramusti.

Pramusti menambahkan memasuki penutupan semester I, kinerja perseroan semakin membaik seiring dengan upaya perbaikan. Salah satunya adalah pengendalian, yakni menekan biaya usaha sebesar 29% di bawah anggaran atau tercatat turun 12% dari realisasi tahun lalu. Manajemen juga telah menerapkan sejumlah strategi baru, di antaranya mengoptimalkan modal kerja dalam mendukung peningkatan penjualan perseroan. Pemberdayaan SDM juga terus dilakukan dalam berbagai aspek sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang berdampak pada kinerja positif perusahaan.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN