Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi (tengah) saat meninjau gula impor RNI yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 29 Maret. RNI mengimpor 75 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi (tengah) saat meninjau gula impor RNI yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 29 Maret. RNI mengimpor 75 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.

RNI Siap Amankan Kebutuhan Gula Jelang Puasa dan Lebaran

Senin, 29 Maret 2021 | 22:27 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Dalam rangka memenuhi kebutuhan gula dalam negeri untuk menjaga stabilitas harga gula di tingkat konsumen, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) siap menyalurkan sekitar 75.000 ton Gula Kristal Putih (GKP) secara bertahap ke pasar konsumsi pada kuartal 2 dan 3 tahun 2021. Ditargetkan gula tersebut mulai mengisi pasar konsumsi menjelang puasa dan  Lebaran agar dapat memenuhi lonjakan permintaan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi, saat melakukan peninjauan bongkar dan muat gula impor RNI di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Senin, 29 Maret 2021. Menurut Arief, pada tahun ini RNI mendapatkan penugasan untuk mengimpor sekitar 75.000 ton white sugar (Gula Kristal Putih).

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi (kanan) saat meninjau gula impor RNI yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 29 Maret. RNI mengimpor 75 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.
Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi (kanan) saat meninjau gula impor RNI yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 29 Maret. RNI mengimpor 75 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.

Penugasan ini sejalan dengan peran RNI sebagai Koordinator BUMN Klaster Pangan dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Gula yang didatangkan RNI disiapkan untuk pemenuhan kebutuhan gula nasional yang permintaannya saat ini masih jauh lebih tinggi dibanding produksi dalam negeri.

Arief mengatakan, gula yang diimpor RNI didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan. Pengiriman pertama telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Minggu, 28 Maret 2021, sekitar 6 ribu ton. Kedatangan berikutnya di Pelabuhan Belawan Medan sekitar 15 ribu ton dan Tanjung Perak Surabaya sekitar 30 ribu ton, dan di Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi (kedua dari kiri) saat meninjau gula impor RNI yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 29 Maret. RNI mengimpor 75 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.
Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi (kedua dari kiri) saat meninjau gula impor RNI yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 29 Maret. RNI mengimpor 75 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.

Arief memastikan, GKP yang sudah tiba segera didistribusikan untuk mengisi pasar konsumsi rumah tangga yang meningkat jelang puasa dan lebaran. Langkah ini guna mengantisipasi kelangkaan komoditas gula yang berpotensi terjadi saat mendekati hari besar keagamaan nasional (HBKN).

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan stok kebutuhan pokok khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional. Dalam pengamanan komoditas gula ini RNI mengandeng Anggota BUMN Klaster Pangan lainnya, yaitu BGR Logistic  dan Berdikari Logistik Indonesia, Anak Perusahaan PT Berdikari, untuk menjalankan aktivitas bongkar-muat dan menyiapkan fasilitas pergudangan,” ungkap dia dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (29/3).

Adapun gula masih menjadi bisnis utama RNI dengan total produksi gula RNI pada tahun 2020 mencapai 200 ribu ton. Saat ini perkembangan kinerja bisnis gula RNI cukup bersaing dengan industri gula lainnya di Indonesia dengan market share RNI di pasar gula konsumsi Indonesia sekitar 12%.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN