Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno: Pengusaha UMKM Terkena Dampak Terbesar Covid 19

Minggu, 5 April 2020 | 18:31 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan berbeda dengan kondisi 1998 pandemi covid-19 ini paling dirasakan dampaknya oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Unit usaha tersebut terkena dampak paling besar dari kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) yang dijalankan pemerintah.

“65 juta lebih unit usaha termasuk UMKM. 99% lebih dari 60% GDP disumbangkan oleh UMKM. Jadi yang harus menjadi fokus utama dalam penyelamatan ekonomi mestinya UMKM,” ucap Sandiaga Uno dalam diskusi virtual pada Minggu (5/4).

Sandiaga mengatakan jenis usaha UMKM sebagian besar menjalankan kegiatan secara harian. Dalam hal ini penyaluran uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT ) harus segera dijalankan.

“Karena begitu masyarakat memiliki akses ke uang tunai mereka akan mendorong konsumsi mereka dan akan berdampak ke UMKM,” ucap Sandiaga.

Pengusaha UMKM juga harus beradaptasi kondisi saat ini. Sebab dari sejumlah perkiraan dampak dari covid-19 masih akan terasa dalam tiga bulan ke depan. “UMKM harus beradapasti ke situasi yang kita sebut situasi new normal,” tutur Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berpendapat antar sesama pengusaha UMKM juga harus memperkuat jaringan. Ia menilai ada sejumlah produk yang berpotensi mengalami kenaikan produksi. Misalnya pengadaan produk kesehatan. Saat ini UMKM bisa bekerjasama membuat masker berbahan kain.

“Memang ada sebagian barang ini diimpor. Tetapi banyak UMKM yang berlomba-lomba terhadap bahan pokok yang diperlukan masyarakat. Kalau kita berjejaring di ekonosistem akan saling bantu satu sama lain,” ucap Sandiaga.

Selain BLT pemerintah juga sedang menjalankan program kartu pra kerja. Ada perubahan pandangan dari yang tadinya untuk mengatasi gap kemampuan dan kebutuhan dunia kerja. Saat ini kartu pra  kerja juga digunakan untuk mengantisipasi dampak covid-19.

“Ini juga kesempatan UMKM untuk investasi di skill. Setelah mengikuti pelatihan di kartu pra kerja peserta juga akan mendapatkan dana insentif Inilah cara mereka mendapatkan bantuan langsung,“ ucap Sandiaga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN