Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Satu Per Satu Tantangan Industri Mulai Diselesaikan Perlahan

Jumat, 5 Maret 2021 | 06:08 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada awal menjabat mengatakan menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri di dalam negeri. Kini dia mengaku satu per satu tantangan tersebut mulai diselesaikan secara perlahan. Selain itu, kondisi pertumbuhan ekonomi nasional dan global akibat pandemi Covid-19 merupakan suatu tantangan untuk pencapaian target dan potensi pertumbuhan industri nasional.

Terkait dengan Kekurangan Bahan Baku dan Bahan Penolong, dia menekankan isu penting dari tantangan itu adalah memastikan bahwa industri dapat mendapatkan jaminan untuk memperoleh bahan baku dan bahan penolong, salah satunya pasokan gas. Pada Juni 2020, pemerintah merealisasikan penurunan harga gas bumi untuk 7 sektor industri.

“Berdasarkan Permenperin No. 18 Tahun 2020, sektor yang mendapat fasilitas tersebut adalah industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri baja, industri keramik, industri kaca, serta industri sarung tangan karet,” ucap Agus dalam Rakornas Kementerian Perdagangan Tahun 2021 secara virtual, Kamis, (4/3).

Dia menyebut, terdapat 176 perusahaan dari 7 sektor tersebut yang saat ini mendapat fasilitas penurunan harga gas dengan total volume 957,3 ribu hingga 1,18 juta BBUTD. Dengan adanya fasilitasi ini, beberapa perusahaan mulai merencanakan untuk memperbarui teknologi agar dapat memanfaatkan gas bumi dengan lebih efisien. Kemudian Kemenperin juga telah menyelesaikan permasalahan di TPPI.

“Untuk itu ke depan kami tetap membutuhkan Dukungan Kementerian Perdagangan karena masih ada isu-isu khusus terkait bahan baku yang perlu menjadi perhatian,” kata Menperin.

Yang berikutnya terkait dengan permasalahan kekurangan infrastruktur dan kekurangan utility. Agus mengungkapkan, pihaknya mendorong tumbuhnya Kawasan Industri selama 5 tahun terakhir, dimana Kawasan industri tumbuh dari 89 di tahun 2016 menjadi 128 di Tahun 2020.

:Tentunya ke depan kami masih melihat potensi yang sangat besar dari penambahan Kawasan industri ini,” papar dia.

Kemudian terkait dengan Kurangnya tenaga ahli skill dan supervisor, superintendant. Untuk mendorong penyiapan SDM Industri kompeten melalui Pendidikan vokasi industri menuju dual system, Kemenperin memiliki lebih kurang 18.743 siswa dan mahasiswa di 9 SMK, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas Industri Kemenperin, dengan jumlah lulusan per tahun lebih kurang 5.755 orang yang siap kerja. Disamping program Pendidikan regular, Politeknik Kemenperin juga menyelenggarakan program setara Diploma 1 bekerjasama dengan industri dengan lulusan tahun 2020 sebanyak 556 orang yang sudah terserap 100% di industri.

“Untuk penyiapan SDM kompeten jangka pendek, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan diklat sistem 3in1 dengan jumlah lulusan dari tahun 2014-2020 mencapai 177.624 orang, dan direncanakan pada tahun 2021 akan dilatih dan ditempatkan bekerja melalui diklat 3in1 sebanyak 69.399 orang,” ucap Menperin.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN