Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Semakin Terakselerasi, Realisasi KUR Capai Rp 83,57 Triliun

Rabu, 5 Mei 2021 | 22:15 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan realisasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga 5 Mei sudah mencapai Rp 83,57 triliun atau 33,03% dari target penyaluran Rp 253 Triliun.

"Sampai 5 Mei 2021 KUR telah terealisasi sebesar Rp83,57 triliun kepada 2,29 juta debitur yang terdiri dari KUR super mikro, mikro, kecil dan TKI,” ujarnya dalam konferensi pers Rabu (5/5).

Ia mengatakan bahwa pemulihan ekonomi semakin terakselerasi sejalan dengan beragam program stimulus pemulihan ekonomi nasional untuk mendorong kebangkitan pelaku usaha UMKM akibat pandrmi Covid-19.

Teten menyebut realisasi  program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM hingga kini telah diberikan kepada 8,6 juta pelaku dari target awal sebanyak 9,8 juta orang.

“Realisasi banpres produktif untuk usaha mikro saat ini dari anggaran Rp15,36 triliun untuk 12,8 pelaku usaha di target awal untuk penyaluran 9,8 juta ini sudah terealisir 88,11 persen atau 8,6 juta pelaku,” tuturnya.

Menurutnya pemerintah akan terus mengejar target penyaluran Banpres hingga Lebaran Idul Fitri tahun ini karena bantuan tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kami akan terus kejar sampai lebaran karena ini saya kira berkaitan juga untuk kemampuan mendorong daya beli di masyarakat,” pungkasnya.

Apalagi saat ini, UMKM mulai pulih sejalan dengan membaiknya konsumsi rumah tangga naik dari minus 3,61% di triwulan IV-2020 menjadi minus 2,23% di triwulan I-2021 sedangkan konsumsi pemerintah dari 1,76 % di triwulan IV-2020 menjadi 2,96% di triwulan I-2021.

"Pemerintah akan melanjutkan Banpres produktif atau Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) dan subsidi bunga  untuk memastikan UMKM tidak terjun bebas, bertahan, dan mulai pulih sejalan dengan membaiknya daya beli tersebut,"tegasnya.

Adapun tahun ini pemerintah juga memberikan dukungan akses pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target Rp250 triliun yang ditingkatkan menjadi Rp285 triliun.

“Untuk relaksasi subsidi bunga tambahan 3%% jadi suku bunga KUR sampai akhir Desember 2021 sebesar 3%,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan realisasi penundaan angsuran pokok per 3 Mei 2021 dberikan kepada 1,76 juta debitur dengan baki debet Rp 70,53 triliun.

Ia merinci untuk realisaai relaksasi KUR per 3 Mei 2021 meliputi perpanjangan jangka waktu uang diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp 47,51 triliun dan penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 16 debitur dengan baki debet Rp 2,49 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN