Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera dari Provinsi Lampung hingga Aceh sepanjang 2.987 Km

Pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera dari Provinsi Lampung hingga Aceh sepanjang 2.987 Km

Shell Pasok Aspal ke Tiga Proyek Strategis

Rabu, 2 Desember 2020 | 00:41 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Shell Bitumen Indonesia memasok aspal ke tiga proyek infrastruktur strategis, yakni tol Trans Sumatera, Sirkuit MotoGP Mandalika, dan Bandara Minangkabau. Ini menunjukkan penjualan aspal tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Shell Bitumen Country Business Manager untuk Indonesia Susi Hutapea mengatakan, pandemi Covid-19 sempat membuat pelaksanaan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) tertunda. Sebab, fokus pemerintah bergeser ke sektor kesehatan. "Memang, ada dampak, tetapi beberapa proyek strategis kami tetap berjalan," kata Susi, belum lama ini. 

Susi melanjutkan, kerja sama jangka panjang dengan mitra bisnis Shell Bitumen tidak banyak terdampak pandemi. Saat ini, beberapa proyek yang sempat tertunda sudah mulai kembali berjalan. Perekonomian 2021 yang diproyeksikan oleh banyak pihak membaik membuat Shell Bitumen kian optimistis.

Menurut Susi, Shell Bitumen memandang Indonesia sebagai salah satu pasar yang paling penting. Sebagai negara kepulauan, Indonesia masih perlu membangun infrastruktur, baik jalan maupun bandara untuk menghubungkan wilayah yang satu dengan lainnya. Di bawah Presiden Jokowi, infrastruktur juga menjadi fokus pemerintah, yang tidak hanya dibangun untuk konektivitas, tetapi juga untuk mendorong sektor pariwisata.

"Sesuai dengan agenda pembangunan di bidang infrastruktur, pasar Indonesia akan menjadi prioritas kami. Kami juga mengantisipasi perkembangan industri yang mulai berkembang, seperti pariwisata," ucap Susi.

Susi mengatakan, Shell Bitumen terlibat menyediakan aspal bagi bandara yang sedang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia. Dari total bandara yang saat ini dibangun, menurut dia, Shell Bitumen setidaknya terlibat pada setengah dari jumlah proyek itu. Untuk itu, pasokan bitumen atau aspal dari Pulau Butom, Singapura, dipastikan terus terjaga.

Saat ini, di Indonesia, Shell Bitumen memilik dua fasilitas (terminal) penyimpanan bitumen, yaitu di Semarang dan Marunda untuk produk curah pen 60/70. Susi tidak menampik kemungkinan Shell Bitumen menambah fasilitas penyimpanan di Indonesia. Namun, dia belum bisa memastikan di mana lagi Shell Bitumrn akan membangun fasilitas tersebut.

"Prinsipnya, kami mencermati sekali supply dan demand yang ada. Kami melihat banyak sekali peluang kerja sama dengan perusahaan atau mitra lokal di Indonesia untuk membangun fasilitas penunjang ini. Kami harus mempertimbangkan dahulu permintaan, peluang, dan kesiapan mitra lokal untuk peluang ini," imbuh Susi.

Untuk melayani konsumen produk premium, dia menegaskan, Shell Bitumen memiliki fasilitas pencampuran lokal untuk produk aspal dengan polimer khusus (PMB) di Balaradja. Untuk membantu penetrasi produk premium di Indonesia di masa depan, menurt Susi, Shell Bitumen telah menyiapkan sebuah fasilitas serupa di Demak dan Semarang. Produk ini, kata Susi, telah digunakan di beberapa jalan tol utama, jalan nasional, landasan pacu bandara, dan taxiway di Indonesia. 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN