Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat, (12/8/2022).

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat, (12/8/2022).

Siap-siap! Jokowi Beri Sinyal Naikkan Harga BBM

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:57 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat tingginya beban subsidi yang ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai 502 triliun.

“Cari negara yang subsidinya sampai Rp 502 triliun karena kita harus menahan harga Pertalite, gas, listrik, termasuk Pertamax, gede sekali. Tapi apakah angka Rp 502 triliun ini masih terus kuat bisa kita pertahankan?" kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta,  Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Subsidi BBM Capai Rp 502 Triliun, Jokowi Gelar Pertemuan dengan Pimpinan Lembaga Negara

Para pimpinan lembaga negara yang hadir terdiri dari; Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua BPK Isma Yatun, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata, dan Ketua MA M. Syarifuddin.

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah terus mewaspadai apabila APBN tidak lagi kuat untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak secara terus-menerus, sehingga terjadi kenaikan harga di masyarakat. Bahkan, lanjutnya, saat ini kenaikan harga BBM sudah terjadi di banyak negara di dunia.

“Ya, kalau bisa ya alhamdulillah baik. Artinya, rakyat tidak terbebani. Tapi kalau memang APBN tidak kuat bagaimana? Kan negara lain harga BBM-nya sudah Rp17 ribu, Rp18 ribu, sudah naik dua kali lipat semuanya. Ya memang harga ekonominya seperti itu,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Pasokan Minyak Dunia Meningkat, ICP Juli 2022 Turun Jadi US$ 106,73 per Barel

Presiden Jokowi juga  menyampaikan informasi terkait kondisi perekonomian nasional saat ini, termasuk anggaran dan pendapatan negara.

"Tadi kami menyampaikan kepada beliau-beliau mengenai fakta-fakta itu, angka-angka itu. Kalau kita masih ada income negara dari komoditi, dari komoditas itu masih baik ya kita jalani, tapi kalau enggak?" jelas dia.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com