Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Startup . Foto: IST

Ilustrasi Startup . Foto: IST

Startup Didorong Percepat Perkembangan UMKM

Kamis, 24 Desember 2020 | 16:04 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Kehadiran perusahaan rintisan (startup) diharapkan menjadi  katalis dan akselerator dalam perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Startup juga dapat menjadi enabler dan agregator bagi pelaku UMKM, sehingga menjadi jembatan bagi UMKM untuk naik kelas.

Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Nasioanl  (RPJMN) 2020-2024 pemerintah terus berkomitmen untuk melahirkan wirausaha baru. “Rasio kewirausahaan di Indonesia ini masih rendah, sekitar 3,4%. Padahal, minimum harus mencapai 4% kalau ingin menjadi negara maju. Dari berbagai hasil studi, Indonesia berpotensi menjadi negara maju pada 2045," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam video conference pada Rabu (23/12).

Untuk meningkatkan pengembangan UMKM, dia menerangkan, pemerintah menggunakan pendekatan pengembangan inkubator wirausaha yang melibatkan perguruan tinggi, dan peningkatan akses pembiayaan bagi wirausaha.  UMKM diharapkan  bisa menghasilkan produk produk yang memiliki nilai jual tinggi. Inovasi digital diharapkan akan membantu UMKM untuk mengakses pembiayaan, pasar dan mengembangkan kewirausahaan.

“Kami ingin mencetak wirausahawan baru yang paling mudah membesarkan dari startup yang berbasis teknologi. Kami ingin UMKM juga berkembang  dengan produk unggulan proses bisnis yang baik,” ucap Teten.

Teten mengatakan, pemerintah ingin mendorong pelaku usaha mikro dan kecil bisa naik kelas, dari usaha mikro menjadi usaha kecil, dari usaha kecil menjadi menengah, dan dari usaha menenengah menjadi besar. Dari segi reformasi aturan dan regulasi, penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang KUMKM juga akan memfasilitasi berbagai kemudahan.

"Salah satu kemudahan yang diberikan untuk UMKM maupun startup adalah dalam hal mendapatkan inkubasi dari lembaga inkubator, baik inkubator pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun dunia usaha," ucap Teten.

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Vivi Yulaswati mengatakan, saat ini, masih sedikit pelaku UMKM yang memakai teknologi dalam menjalankan usahanya termasuk digitalisasi. Sebanyak 94% UMK tidak menggunakan komputer dalam menjalankan usahanya  dan  90% UMKM tidak menggunakan internet.

“Akses pembiayaan bagi UMKM masih rendah, karena 88% UMK tidak memperoleh atau mengajukan kredit. Rasio kredit UMKM di perbankan terhadap total kredit perbankan 20%,” kata Vivi.

 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN