Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang petugas (kanan) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/2) sedang mengisi ulang baterai mobil listrik setelah peluncuran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang akan dipakai untuk transportasi resmi pertemuan puncak G20 di Bali akhir Oktober tahun ini. Foto: Investor Daily/SONNY TUMBELAKA / AFP

Seorang petugas (kanan) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/2) sedang mengisi ulang baterai mobil listrik setelah peluncuran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang akan dipakai untuk transportasi resmi pertemuan puncak G20 di Bali akhir Oktober tahun ini. Foto: Investor Daily/SONNY TUMBELAKA / AFP

Tahun Depan, Mitsubishi Mulai Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Selasa, 26 Juli 2022 | 11:30 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah produsen otomotif jepang berkomitmen untuk terus meningkatkan komitmen investasinya di Indonesia khususnya terkait pengembangan mobil listrik atau electric vehicle (EV). Adapun produsen otomotif tersebut yakni Mitsubishi, Toyota, dan Nissan.

Hal itu menjadi salah satu tema yang dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Koichi Hagiuda.

“Kemajuan kerjasama di industri otomotif antar kedua negara sudah sangat baik. Sejumlah perusahaan Jepang juga terus meningkatkan komitmen investasinya di Indonesia.” kata Menteri Hagiuda dalam pernyataan resmi Kemenko Perekonomian, Senin (25/7/2022).

Dia mengungkapkan, salah satunya yakni Mitsubishi yang telah berkomitmen untuk memulai produksi electric vehicle di Indonesia pada awal tahun 2023 yang bertujuan untuk memperluas pasar ekspor.

Selain Mitsubishi dan Toyota, Nissan juga akan mengembangkan produksi electric vehicle di Indonesia. Nissan rencananya akan menggunakan teknologi lain yang juga ramah lingkungan dan sudah mempertimbangkan menggunakan bahan bakar berbasis hidrogen.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga juga mengangkat isu terkait pengaturan impor baja. Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Neraca Komoditas dalam rangka penerbitan izin impor produk baja yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2023.

Pengalokasian dilakukan berdasarkan data supply-demand, kapasitas produksi perusahaan, dan record atas kinerja realisasi impornya, dengan tujuan agar penggunaan baja impor sebagai bahan baku tepat sasaran.

“Baja sangat diperlukan untuk industri pengguna. Oleh karena itu, pengaturan pengalokasian impor baja dilakukan secara selektif, namun dengan proses yang transparan dan akuntabel, dengan tetap menjaga agar tidak melanggar ketentuan WTO,” ungkap Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga menyampaikan, untuk impor baja yang sangat diperlukan untuk industri, Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan untuk melakukan relaksasi tarif, dan Tim Teknis akan segera menyelesaikan.

Menteri Agus juga menyampaikan terima kasih kepada industri otomotif Jepang yang telah melakukan perluasan pasar produk otomotif Indonesia, salah satunya untuk melakukan ekspor dari Indonesia ke Australia. (ris)

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com