Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Foto: IST

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Foto: IST

Taksi Online Usulkan Tarif Minimal Buka Pintu

Jumat, 26 Juni 2020 | 20:22 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut ada usulan penyesuaian tarif angkutan sewa khusus (ASK) atau taksi online dari para mitra pengemudi. Salah satu usulannya adalah penerapan flag fall atau tarif minimal saat buka pintu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, selama beberapa tahun, tarif angkutan sewa khusus memang belum ada perubahan dan dihitung berdasarkan per kilometer serta tergantung zonasi.

"Angkutan sewa khusus ini tarifnya masih pakai tarif lama. Agak berbeda dengan ojek online yang sudah ada flag fall. Angkutan sewa khusus tarifnya itu hanya per kilometer," ungkap Budi Setiyadi dalam telekonferensi bersama wartawan, Jumat (26/6).

Dia menambahkan, atas adanya usulan penyesuaian tarif taksi online, pihaknya akan melaporkannya dahulu kepada menteri perhubungan untuk mendapatkan perintah lebih lanjut.

"Pak enteri juga memang mengharapkan ada forum silaturahmi dengan asosasi ASK maupun ojek online untuk berdiskusi soal apa saja hambatan di lapangan," imbuh Budi Setiyadi.

Adapun kebijakan tarif taksi online diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK 3244/AJ/DJPD/2017. Beleid itu menetapkan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) angkutan sewa khusus yang juga dibagi dalam dua zona. Zona 1, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali ditetapkan TBA Rp 6.000 per kilometer dan TBB Rp 3.500 per kilometer.

Lalu zona II, meliputi Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan TBA Rp 6.500 per kilometer serta TBB Rp 3.700 per kilometer.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN