Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional PEN Kemendag Kasan Muhri .Foto: IST

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional PEN Kemendag Kasan Muhri .Foto: IST

TEI Catat Transaksi US$ 478 Juta

Minggu, 15 November 2020 | 08:03 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia Virtual Event (TEI-VE) 2020 berhasil mencatatkan transaksi misi pembelian (buying mission) sebesar US$ 478 juta atau setara Rp 6,79 triliun hingga hari ketiga pelaksanaanya. Nilai tersebut terdiri dari transaksi investasi sebesar US$ 100 juta dari Jepang, dan jumlah perdagangan US$ 378 juta.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh perusahaan yang melakukan transaksi melalui program misi pembelian di TEIVE. Hal itu merupakan bentuk nyata kontribusi mereka terhadap peningkatan ekspor nasional,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan dalam keterangan resminya, Jumat (13/11).

TEI-VE akan digelar secara virtual pada 10-16 November 2020. Pameran dagang terbesar di Indonesia yang ke-35 tersebut, akan melibatkan 680 pelaku usaha dalam negeri dan 3.870 buyer dari 109 negara.

Pada hari pertama pelaksanaan TEI-VE 2020, Kemendag mencatat adanya transaksi kontrak dagang sebesar US$ 467,92 juta. Capaian ini berasal dari penandatanganan 24 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan dari Jepang, Belanda, Australia, Singapura, Hungaria, Mesir, dan India.

Penandatanganan MoU disaksikan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dan pada Duta Besar Negara peserta buying mission. Penandatanganan MoU kontrak pembelian dilakukan oleh pimpinan perusahan eksportir Indonesia dan perusahaan negara mitra dagang di Hotel Mulia, Jakarta, bertepatan dengan pelaksanaan upacara pembukaan TEI-VE 2020 pada Selasa (10/11).

Produk-produk yang diminati pada misi pembelian hari pertama, di antaranya adalah makanan olahan, produk kertas, kopi, minyak kelapa sawit, minuman, produk kayu, alas kaki, pupuk batubara, olahan kelapa, ban, sabun batangan, sapu, dan rempah-rempah. Pada hari kedua, terjadi transaksi kontrak dagang senilai US$ 8,08 juta.

Capaian ini berasal dari penandatanganan dua MoU antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan dari Belanda dalam program misi dagang.

Produk-produk yang diminati pada penandatanganan MoU hari kedua yaitu keranjang dari rotan, kacang-kacangan, dan makanan ringan.

“Kami menyambut baik penandatanganan MoU senilai US$ 8,08 juta. Penandatanganan MoU yang telah berlangsung sejak hari pertama tentunya berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional. Kami juga terus mendorong peranan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk dapat menggenjot transaksi perdagangan, salah satunya melalui program buying mission ini,” jelas Kasan.

Sementara di hari ketiga, program buying mission berhasil mencatatkan kontrak dagang sebesar US$ 2 juta. Capaian ini berasal dari penandatanganan MoU antara PT Rodamas Inti International dari Indonesia dan Fok Hing (HKO Trading Ltd) dari Hongkong, untuk pembelian komoditas bumbu makanan.

Penandatanganan turut disaksikan Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Tuti Prahastuti dan dilaksanakan secara virtual, Kamis (12/11).

Secara keseluruhan, jumlah penandatangan MoU telah mencapai 27 perjanjian yang berasal dari sembilan negara. Tuti mengungkapkan, Kementerian Perdagangan akan terus berupaya menggenjot ekspor melalui berbagai kegiatan di TEI-VE.

Termasuk dengan mendukung setiap misi pembelian yang dilakukan setiap perusahaan.

“Dengan nilai transaksi yang terus naik setiap harinya, kami harap kegiatan tersebut mampu menjadi pendorong dalam upaya peningkatan ekspor nasional, terutama di masa pandemi ini,” ungkap dia.

Menteri Per dagangan (Mendag) Agus Suparmanto meyakini, penyelenggaran TEI-VE ini akan dapat berkontribusi pada peningkatan ekspor. Meskipun, kemungkinan akan sulit untuk menyamai hasil penyelenggaran TEI 2019.

Tercatat, total transaksi pada TEI 2019 mencapai US$ 10,96 miliar atau setara Rp 153,38 triliun, meningkat 29,04% dari nilai transaksi potensial tahun 2018 yang sebesar US$ 8,49 miliar.

Jumlah peserta pameran pada TEI 2019 sebanyak 1.500 perusahaan, dengan jumlah pengunjung pameran mencapai 42.796 orang dari 136 negara. Sejak diumumkan pada 21 September 2020, menurut Mendag, sebanyak 690 pelaku usaha dalam negeri telah mendaftar untuk mengikuti TEI-VE 2020. Hingga dibuka pada Selasa (10/11), sebanyak 3.870 pembeli dari 109 negara sudah melakukan pendaftaran.

“Penyelenggaraan TEI akan menjaga ekspor Indonesia di tengah pandemi,” ujar dia.

Agus mengungkapkan, tema yang diangkat dalam TEI-Virtual Exhibition 2020 adalah ‘Sustainable Trade in Digital Era’. Pameran ini bertujuan untuk mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk dalam negeri ke pasar global, mengembangkan jejaring bisnis dan investasi, serta menyajikan showcase produk-produk unggulan dan terbaik Indonesia.

Agus melanjutkan, dalam TEI ke-35, eksportir dapat menyapa calon pembeli melalui fitur chatting. Calon pembeli yang berkunjung juga dapat bertanya terkait produk eksportir melalui fitur yang sama, sebagaimana dalam pameran yang diadakan langsung.

Menurut Agus, selama penyelenggaran virtual TEI 10- 16 November 2020, juga akan ada forum bisnis dan business matching. Forum bisnis tersebut tidak hanya bertemakan kerja sama perdagangan, tetapi juga pariwisata dan investasi.

“Ada lebih dari 36 forum yang bisa dimanfaatkan cuma-cuma atau gratis,” kata Agus.

Dia menambahkan, meski TEI-VE berakhir pada 16 November mendatang, calon pembeli tetap dapat melihat produkproduk yang dipamerkan sampai 10 Desember 2020.

Mendag menegaskan, program misi pembelian dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai upaya peningkatan ekspor nasional.

“Misi pembelian merupakan salah satu skema kegiatan di TEI-VE untuk membantu dunia usaha agar dapat melakukan kesepakatan atau transaksi kontrak dagang,” jelas dia.

Agus menyampaikan, antusiasme pelaku usaha pada TEI-VE masih tetap tinggi. “Walaupun digelar secara virtual, TEI kali ini tidak menyurutkan langkah para pelaku usaha untuk berpartisipasi dan terus mengekspor produknya ke pasar global,” pungkas Mendag.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN