Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Irfan Setiaputra, dirut Garuda. Sumber: BSTV

Irfan Setiaputra, dirut Garuda. Sumber: BSTV

Tetap Dipertahankan, Penyelamatan Garuda Mengerucut ke Restrukturisasi

Senin, 21 Juni 2021 | 20:34 WIB
Thresa Desfika

Jakarta, investor.id - Penyelamatan maskapai Garuda Indonesia mengerucut pada opsi 2 dan opsi 3, yang keduanya mengedepankan restrukturisasi. Maskapai nasional tersebut akan tetap dipertahankan keberadaannya.

"Dan pilihan yang kami ambil, seperti saya sampaikan di operational restructuring, adalah memang lebih ke opsi kedua dan ketiga. Garuda mempunyai utang sekitar Rp 70 triliun," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Garuda Indonesia di Jakarta, pada Senin (21/6).

Sebelumnnya, beredar empat opsi penyelamatan Garuda Indonesia. Opsi pertama, pemerintah terus mendukung Garuda dengan menyuntikkan modal dan pinjaman. Opsi kedua dengan menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi Garuda, atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU.

Opsi ketiga adalah merestrukturisasi Garuda sambi mendirikan perusahaan maskapai nasional baru. Opsi keempat, Garuda dilikuidasi, lalu sektor swasta dibiarkan untuk mengisi kekosongan.

"Opsi 2 dan 3 itu berupa restrukturisasi, karena utang yang ditanggung Garuda Indonesia saat ini tidak mungkin ditanggung pemerintah seluruhnya. Ini memang opsi yang paling rasional. Hitung-hitungan kami  makin mendekati keyakinan, kalau dieksekusi dengan baik, kami bisa memperoleh hasil negosiasi dengan para kreditur yang hari ini sampai Rp 70 triliun (utang), termasuk di antaranya di BUMN," kata Irfan.

Irfan menerangkan, opsi 2 adalah opsi restrukturisasi lewat PKPU. Dia menekankan, PKPU bukan kebangkrutan tapi berupa penundaan kewajiban pembayaran utang.

"Hanya saja, ketika masuk dalam PKPU, setelah 270 hari ketika tidak ada kesepakatan antara debitur dan kreditur, otomatis terpailitkan. Ada risiko selalu kami jadi pailit ketika masuk ke PKPU," papar Irfan.

Saat ini, ujar Irfan, pihaknya bersama konsultan terus berdiskusi dalam menyiapkan proposal restrukturisasi kewajiban perusahaan.

"Nanti kami sampaikan, Garuda ke depan, proposal kami kepada para kreditur untuk membuat Rp 70 triliun itu lebih sustainable, lebih mampu kami bayar di kemudian hari," papar Irfan.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN