Menu
Sign in
@ Contact
Search
Erwin Haryono

Erwin Haryono

Tiga Bulan, Utang Luar Negeri Indonesia Berkurang Rp 141 Triliun

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:20 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II-2022 tercatat sebesar US$ 403,0 miliar, turun US$ 9,6 miliar atau sekitar Rp 141 triliun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal sebelumnya yang mencapai US$ 412,6 miliar. Perkembangan ini disebabkan oleh penurunan posisi ULN baik sektor publik yaitu pemerintah dan Bank Indonesia (BI), maupun sektor swasta.

“Secara tahunan, posisi ULN kuartal II-2022 mengalami kontraksi sebesar 3,4% secara year on year (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,9% (yoy),” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily pada Senin (15/8/2022).

Erwin memaparkan, posisi ULN pemerintah pada kuartal II-2022 sebesar US$ 187,3 miliar, turun dibandingkan posisi ULN pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 196,2 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah mengalami kontraksi sebesar 8,6% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 3,4% (yoy).

“Penurunan posisi ULN pemerintah antara lain karena adanya pelunasan pinjaman bilateral, komersial, dan multilateral yang jatuh tempo selama periode April hingga Juni 2022. Pelunasan Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang jatuh tempo juga turut mendukung penurunan ULN pemerintah di kuartal laporan,” jelas dia.

Perkembangan posisi utang LN
Perkembangan posisi utang LN

Di samping itu, lanjut Erwin, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi juga berpengaruh pada perpindahan investasi SBN domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor nonresiden pada SBN domestik.

Penarikan ULN pada kuartal II-2022 masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel,” tandas dia.

Dukungan ULN pemerintah dalam memenuhi kebutuhan belanja prioritas pada kuartal II-2022 antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,6% dari total ULN pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,6%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1%), sektor konstruksi (14,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,7%).

Menurut Erwin, posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,7% dari total ULN pemerintah.

Rasio utang pemerintah terhadap PDB
Rasio utang pemerintah terhadap PDB

ULN swasta

Sedangkan posisi ULN swasta pada kuartal II-2022 tercatat sebesar US$ 207,1 miliar, sedikit turun dari US$ 207,4 miliar pada kuartal I-2022. Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 1,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,5% (yoy).

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 0,2% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi sebesar 5,0% (yoy),” ucap Erwin.

Sementara itu, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) mengalami kontraksi sebesar 1,3% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 0,5% (yoy).

Berdasarkan sektor, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi; sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; sektor pertambangan dan penggalian; serta sektor industri pengolahan dengan pangsa mencapai 77,3% dari total ULN swasta. ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,5% terhadap total ULN swasta.

Utang Indonesia vs beberapa negara lain
Utang Indonesia vs beberapa negara lain

Erwin menandaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia pada kuartal II-2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang terjaga di kisaran 31,8%, menurun dibandingkan dengan rasio pada kuartal sebelumnya yang sebesar 33,8%.

Selain itu, lanjut Erwin, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,7% dari total ULN. “Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” pungkas Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com