Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier.

Tiga Perusahaan Siap Pasok 1 Juta Kompor Listrik

Kamis, 22 April 2021 | 19:34 WIB
Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Tiga produsen lokal, yakni PT Adyawinsa Electrical and Power (Myamin), PT Maspion, dan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), akan memasok kebutuhan kompor listrik dalam program Konversi 1 Juta Kompor Listrik/Induksi yang digagas pemerintah. Program ini diyakini dapat menghemat Rp 60 triliun dari nilai impor LPG serta merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan cadangan listrik.

“Sudah ada dua industri dalam negeri yang sudah memproduksi kompor listrik (induksi). Pertama, PT Adyawinsa Electrical and Power. Merek produknya adalah Myamin, dengan kapasitas produksi 17 ribu unit per tahun untuk satu lini produksi dan dapat ditingkatkan hingga delapan lini produksi. Kemudian, PT Maspion, dengan merek Maspion, yang memiliki kapasitas sebanyak 300 ribu unit per tahun,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier dalam keterangan resminya, Kamis (22/4).

Taufiek menambahkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polytron yang sudah menyatakan kesiapannya untuk memproduksi kompor listrik. “Dengan begitu, kami optimistis industri dalam negeri mampu untuk memenuhi kebutuhan produksi satu juta kompor listrik,” imbuh dia.

Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik/Induksi diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui penandatanganan MoU untuk diversifikasi kompor gas LPG menjadi kompor listrik. Pemanfaatan listrik sebagai energi rumah tangga memiliki keunggulan lebih hemat, praktis, modern, nyaman, aman, ramah lingkungan (tanpa gas CO), tanpa api.

Selain itu, Kementerian BUMN menyampaikan, pemerintah dapat menghemat Rp 60 triliun dari nilai impor LPG serta merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan cadangan listrik yang ada untuk dialihkan penggunaannya agar masyarakat dapat beralih ke kompor listrik.

Untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan dukungan dari industri dalam negeri, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dewan Energi Nasional (DEN), serta kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk menyusun strategi bersama dalam meningkatkan pererapan kompor listrik/induksi hasil produksi dalam negeri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengimbau agar semua pihak memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini guna menjaga keberlangsungan usaha sektor industri di tengah dampak pandemi Covid-19.

Menperin menegaskan, di tengah situasi pandemi saat ini, sektor industri manufaktur dalam negeri terus dipacu untuk menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. “Salah satu sektor industri yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat, contohnya adalah produsen kompor listrik,” kata Agus. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN