Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto

Toyota Siapkan Investasi hingga US$ 2 Miliar untuk Kendaraan Listik di Indonesia

Selasa, 8 Desember 2020 | 18:13 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Toyota menyiapkan investasi hingga US$ 2 miliar dalam lima tahun ke depan sebagai penegasan atas komitmen keberlanjutan pengembangan otomotif dan industri otomotif di Indonesia, termasuk pengembangan dan produksi kendaraan listrik. Bahkan, teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Tanah Air.

“Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi, dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor,” ujar Asia Region CEO Toyota Motor Corporation Yoichi Miyazaki saat menggelar pertemuan secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (8/12).

Yoichi menambahkan, setidaknya dalam lima tahun ke depan, Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia. Melalui beberapa langkah yang dilakukan, termasuk pengembangan kendaraan listrik, Toyota memprediksi, konsumsi bahan bakar di Indonesia akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter pada 2025.

Dalam pertemuan itu, Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman. Sedangkan Yoichi Miyazaki yang mewakili Akio Toyoda, president Toyota Motor Corporation, didampingi jajaran manajemen Toyota Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan manajemen Toyota pada Selasa (8/12).  Pertemuan yang digelar secara virtual itu diikuti oleh Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman.  Sementara delegasi dari Toyota, dipimpin oleh Yoichi Miyazaki, Asia Region CEO Toyota Motor Corporation, yang mewakili Akio Toyoda, President Toyota Motor Corporation dan jajaran manajemen Toyota Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan manajemen Toyota pada Selasa (8/12). Pertemuan yang digelar secara virtual itu diikuti oleh Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman. Sementara delegasi dari Toyota, dipimpin oleh Yoichi Miyazaki, Asia Region CEO Toyota Motor Corporation, yang mewakili Akio Toyoda, President Toyota Motor Corporation dan jajaran manajemen Toyota Indonesia.

Airlangga menerangkan, sejumlah indikator pekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan. Data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia tercatat meningkat pada November 2020. PMI Indonesia naik hampir tiga poin menjadi 50,6 pada November 2020, dari bulan sebelumnya di level 47,8.

“Indikator ini menunjukkan kegiatan produksi sudah mulai bergerak dan kepercayaan masyarakat mulai pulih. Daya beli diharapkan bisa mengikuti dan segera menunjukkan perbaikan,” ujar Airlangga. Indeks di atas 50, lanjut dia, menunjukkan industri yang berekspansi, sebaliknya indeks di bawah 50 menunjukkan kegiatan terkontraksi.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen Toyota mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim berusaha yang kondusif sehingga Toyota dapat berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia. Tahun ini merupakan tahun ke 50 beroperasinya Toyota di Indonesia.

Selain memaparkan mengenai rencana pengembangan bisnis ke depan, manajemen Toyota juga menyambut baik omnibus law UU Cipta Kerja yang diharapkan dapat memperbaiki iklim investasi dan perluasan lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Dalam rencana pengembangan bisnis kami, Toyota mempersiapkan Indonesia menjadi hub ekspor bagi produk Toyota, tidak hanya untuk kawasan ASEAN namun juga negara tujuan lainnya, sehingga kami benar-benar mempersiapkan rantai pasok dan sumber daya manusia,” tambah Yoichi.

Airlangga menerangkan, Undang-Undang Cipta Kerja ditargetkan menjadi solusi agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). “Penyerapan tenaga kerja menjadi permasalahan tersendiri untuk Indonesia, karena keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri. Apalagi Indonesia tengah menghadapi bonus demografi atau peningkatan jumlah penduduk usia produktif,” tutur Airlangga.

 

Eco-tourism

Menurut dia, pemerintah menyambut baik rencana investasi yang akan dilakukan oleh Toyota, dengan harapan dapat membuka lapangan kerja dan juga meningkatkan keahlian angkatan kerja Indonesia. “Kami juga menyambut baik rencana Toyota membuat proyek EV Smart Mobility di Bali sebagai bagian untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem eco-tourism di Nusa Dua, Bali,” ucap Airlangga.

Toyota akan bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua. Alasan Bali dipilih sebagai lokasi proyek adalah karena sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 45 tahun 2019 tentang Energi Bersih dan Kendaraan Listrik.

“Untuk mendukung keberlanjutan model bisnis yang berkelanjutan dan juga peningkatan ekowisata Pulau Bali, pemerintah merekomendasikan hilirisasi produk nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL–BB) nasional,” imbuh Airlangga.

Ia menekankan agar hasil produk KBL-BB tidak hanya untuk pasar domestik namun juga untuk ekspor, salah satunya ke Australia dan negara lainnya. Pemerintah akan memberi dukungan yang diperlukan oleh Toyota dalam rangka pengembangan KBL-BB dalam bentuk regulasi, insentif fiskal, dan nonfiskal.

Selain itu, Toyota juga menyambut baik rencana pemerintah untuk menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan ekspor yang kompetitif, dengan daya saing tinggi untuk kawasan Asia. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mendukung Proving Ground Project Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi.

Proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan keselamatan melalui kepastian laik jalan kendaraan, sebelum diproduksi secara massal. Menko Perekonomian juga menawarkan pengembangan kendaraan berbasis biodiesel (B50) yang mendapat tanggapan positif dari pihak Toyota.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN