Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wamendag Jerry Sambuaga dalam webinar Distinguished Guest Speakers (DGS) yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH), dalam menyambut para mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022, Jumat (27/8/2021).

Wamendag Jerry Sambuaga dalam webinar Distinguished Guest Speakers (DGS) yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH), dalam menyambut para mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022, Jumat (27/8/2021).

Wamendag: Generasi Muda Harus Manfaatkan dan Tingkatkan Ekonomi Digital

Jumat, 27 Agustus 2021 | 17:58 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meminta generasi muda Indonesia yang akan menjadi agen perubahan untuk bisa memanfaatkan ekonomi digital dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ke depan diproyeksikan akan semakin lebih meningkat lagi.

"Kontribusi ekonomi digital Indonesia (EDI) masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional. Namun tumbuh pesat, potensial bahkan menjanjikan. Tahun 2020 EDI menghasilkan Rp632 triliun," katanya dalam webinar Distinguished Guest Speakers (DGS) yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH), dalam menyambut para mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022, Jumat (27/8/2021).

Sementara di tahun 2030 proyeksinya naik hingga Rp4.531 triliun (naik hingga 8 x lipat). Kontribusinya kepada PDB meningkat dari 4% sampai 18%. E-commerce dinilai memainkan peranan yang sangat besar yakni 34% dari total kontribusi ekonomi digital atau setara Rp1.900 triliun pada 2030.

Neraca perdagangan barang Indonesia periode Januari - Juli 2021 alami surplus US$ 14,42. Jadi dengan kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di hampir seluruh negara, Indonesia mencapai surplus. Ini artinya nilai ekspor Indonesia lebih besar daripada impor.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengamanatkan kepada Kementerian Perdagangan (Kemdag) untuk mencapai perdagangan yang surplus. Ini menunjukkan kepada publik optimisme di tengah pandemi terkait nilai Indonesia yang tinggi.

"Itu rekor tertinggi kita. Sejak 10 tahun terakhir, ini yang lebih tinggi. Jadi kita selalu surplus dan lebih tinggi daripada 2020 dimana Januari hingga Desember 2020 mencapai US$ 20,8 miliar. Berarti kalau hingga Desember 2021 nanti, bisa lebih tinggi dari tahun lalu atau minimal ditingkatkan," urai Jerry yang juga mantan dosen FISIP di UPH.

Kemajuan zaman dan teknologi membuat semua berhubungan dengan digitalisasi. Hal ini sangat berpengaruh dan potensi besar. Nilai transaksi e-commerce Indonesia meningkat sebesar 29,6% pada tahun 2020 dan diproyeksikan mencapai Rp354,3 triliun pada 2021. Sementara volume transaksinya pada 2021 diprediksi mencapai 1,3 milyar transaksi (naik 38,17% YoY).

Sebanyak 91,3 juta masyarakat belum tersentuh fasilitas perbankan dan 62,9 juta pelaku UMKM belum terkoneksi dengan lembaga pembiayaan dan perbankan. Hal ini penting karena perbankan dan para pelaku digital seperti platform, e-commerce, e-wallet dan lainnya itu akan membentuk suatu sistem yang sehat ketika ada konektivitas antara perbankan dan juga para stakeholder.

"Saat ini e-commerce mendominasi EDI. 54% dari total kunjungan e-commerce berasal dari platform milik Indonesia. Ini artinya mendominasi dan keberadaan e-commerce kita semakin menjanjikan dan go global semakin tinggi lagi," urai Jerry.

Menparekraf Sandiaga Uno (kiri atas), bersama Wamendag Jerry Sambuaga (tengah kedua kanan), Waket Bidakademik STIK Lemdiklat Polri Brigjen Pol Asep Adisaputra (atas kedua kanan),  Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Stephanie Riady (tengah bawah), Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) DR (Hon) Jonathan L. Parapak (atas kedua kiri), Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Bagian Umum UPH Yonky Saputra (kanan atas), Wakil Rektor Bidang Pemasaran UPH Danny Lee Lian Fey (tengah kedua kiri), Wakil Rektor Bidang Akademik (Provost) & Dekan Eksekutif Fakultas Keperawatan UPH  Christine Sommers (tengah kiri), Wakil Rektor Bidang Teknologi UPH Firman Rusli (tengah kanan), dan Wakil Rektor Bidang Perkembangan dan Pembentukan Spiritual Mahasiswa Curtis Jay Taylor (bawah kanan), saat webinar Distinguished Guest Speakers (DGS) bersama mahasiswa baru UPH, Jumat (27/8/2021).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Menparekraf Sandiaga Uno (kiri atas), bersama Wamendag Jerry Sambuaga (tengah kedua kanan), Waket Bidakademik STIK Lemdiklat Polri Brigjen Pol Asep Adisaputra (atas kedua kanan), Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Stephanie Riady (tengah bawah), Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) DR (Hon) Jonathan L. Parapak (atas kedua kiri), Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Bagian Umum UPH Yonky Saputra (kanan atas), Wakil Rektor Bidang Pemasaran UPH Danny Lee Lian Fey (tengah kedua kiri), Wakil Rektor Bidang Akademik (Provost) & Dekan Eksekutif Fakultas Keperawatan UPH Christine Sommers (tengah kiri), Wakil Rektor Bidang Teknologi UPH Firman Rusli (tengah kanan), dan Wakil Rektor Bidang Perkembangan dan Pembentukan Spiritual Mahasiswa Curtis Jay Taylor (bawah kanan), saat webinar Distinguished Guest Speakers (DGS) bersama mahasiswa baru UPH, Jumat (27/8/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sinergi UMKM
UMKM ini penting dan bisa bersinergi dengan digital karena platform digital. Pemerintah dalam hal ini Kemdag menyediakan sarana dan memfasilitasi dan bantuan serta pendampingan untuk itu. Ini adalah visi misi Presiden Jokowi mengembangkan ekonomi digital.

Untuk itu pemerintah membuat sebuah gerakan bangga buatan Indonesia. Salah satunya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Kemdag melakukan Gernas BBI ini untuk memberikan sosialisasi dan juga dorongan perkembangan terhadap pelaku UMKM yang disinergikan dengan platform digital.

Hal ini membuat masyarakat semakin tergerak membangkitkan aktivitas perdagangannya dan tentunya bersinergi dengan pariwisata.  Jadi jangan cuma slogan saja bangga produk Indonesia tetapi tidak memakai produknya. Jadi harus beli, konsumsi dan pakai produknya.

"Misal pakai batik, jam tangan, sepatu, dan produk lainnya. Konkrit kita tunjukkan keberpihakan kita kepada produk-produk Indonesia dan tidak sekadar slogan, kalau kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," ajak Jerry kepada para mahasiswa secara virtual.

Ia menjelaskan saat ini Kemdag memiliki program Balai Pelatihan Ekspor yang memberikan asistensi pendampingan dan juga pelatihan kepada para pelaku ekspor khususnya UMKM agar bisa berjaya produknya di tingkat regional dan internasional.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN