Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Rebound, Dolar AS Melemah

Sabtu, 10 Juli 2021 | 07:13 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound dari penurunan sehari sebelumnya dan mencatat pekan terbaiknya dalam tujuh pekan terakhir. Pelemahan dolar AS dan kekhawatiran bahwa penyebaran varian Delta dari virus corona dapat memperlambat pemulihan ekonomi global telah membuat emas menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange naik US$ 0,40 atau 0,58% menjadi US$ 1.810,60 per ounce. Emas naik 1,53% dalam sepekan, kenaikan pekan ketiga berturut-turut dan kenaikan paling tajam sejak pekan yang berakhir 21 Mei.

“Ketika investor yakin bahwa Federal Reserve AS memang menargetkan lapangan pekerjaan penuh dan tidak terlalu khawatir tentang inflasi yang bergerak di atas target untuk suatu periode, kita bisa melihat pergerakan emas di atas US$1.850 pada akhir tahun," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Emas, lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik dan juga kenaikan inflasi, menjadi menarik pembeli karena kekurangan vaksinasi di tengah varian delta Covid meluas yang mendorong pembatasan baru, terutama di Asia Tenggara.

Dolar yang lebih lemah terhadap mata uang utama saingannya juga menjadi katalis karena membuat emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Tetapi kenaikan emas dibatasi oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan. Imbal hasil naik dari level terendah lebih dari empat bulan.

Di pasar fisik, permintaan emas di India dan China melambat pekan ini, diredam oleh kenaikan suku bunga domestik.

Sementara itu, regulator Inggris mengatakan bank yang melakukan kliring perdagangan emas di pusat utama London dapat mengajukan pengecualian dari aturan modal yang lebih ketat yang akan berakhir pada Januari, menghilangkan apa yang dikatakan beberapa orang sebagai ancaman terhadap fungsi pasar.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 24,7 sen atau 0,95% menjadi US$ 26,234 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober melonjak US$ 21,2 atau 1,97% menjadi US$ 1.095,70 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN