Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Melonjak, Fed Lanjutkan Kebijakan Akomodatif

Kamis, 15 Juli 2021 | 07:04 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas naik tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell meyakinkan investor bahwa bank sentral akan melanjutkan kebijakan moneter yang akomodatif meskipun ada lonjakan angka inflasi. Emas juga ditopang dolar AS yang lebih lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 15,1 atau 0,83% menjadi US$ 1.825 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (13/7/2021), emas berjangka juga terdongkrak US$ 4,0 atau 0,22% menjadi US$ 1.809,90 per ounce.

Powell, dalam sambutan yang disiapkan sebelum sidang kongres, mengatakan pasar kerja AS "masih jauh" dari kemajuan yang ingin dilihat Fed sebelum mengurangi dukungannya terhadap ekonomi, sementara inflasi tinggi saat ini akan mereda dalam beberapa bulan mendatang.

Data menunjukkan indeks harga konsumen dan harga produsen AS melonjak bulan lalu. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/7/2021) bahwa indeks harga konsumen (IHK), ukuran inflasi yang diawasi ketat, meningkat sebesar 0,9% pada Juni, melebihi perkiraan kenaikan 0,5% oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

"Ini benar-benar memperkuat keyakinan bahwa meskipun data inflasi yang lebih panas ini, The Fed masih tetap berada di jalur yang cukup akomodatif," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Investor pada Rabu (14/7/2021) juga menyambut komentar pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) bahwa bank sentral tidak akan melakukan pengetatan terlalu dini.

“Anda akan melihat lebih banyak sinyal dovish dari ECB dan bank sentrak China (PBoC), yang seharusnya memberikan dukungan terhadap dolar, tetapi ini masih merupakan kabar baik untuk stimulus perdagangan dan itu akan sangat positif untuk emas," ucap Moya.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar yang melemah, juga mengembalikan daya pikat emas kepada pemegang mata uang lainnya, dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, menambah dukungan lebih lanjut.

TD Securities juga mengatakan dana-dana China mungkin telah membeli emas saat penurunan harga baru-baru ini, dengan pembelian fisik juga memberikan dukungan.

Emas menemukan dukungan tambahan ketika Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu (14/7/2021) bahwa indeks harga produsen meningkat satu persen pada Juni, mendorong kenaikan harga selama 12 bulan terakhir dengan rekor 7,3%.

Kenaikan indeks harga produsen pada Juni juga mengikuti kenaikan 0,8% pada Mei dan merupakan kenaikan satu bulan terbesar sejak kenaikan 1,2 persen pada Januari.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 13,1 sen atau 0,5% menjadi ditutup pada US$ 26,271per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 16,90 atau 1,52% menjadi US$ 1.128,10 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN