Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi: Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Anjlok Tertekan Yield Obligasi

Selasa, 13 April 2021 | 07:13 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS mengurangi daya tarik emas, sementara investor menunggu data inflasi dan data penjualan ritel Amerika Serikat untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 12,10 atau 0,69% menjadi US$ 1.732,70 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (9/4/2021), emas berjangka juga jatuh US$ 13,4 atau 0,76% menjadi US$ 1.744,80per ounce.

Kenaikan imbal hasil masih menjadi dasar negatif untuk pasar logam yang tidak menghasilkan dividen atau imbal hasil, kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff. "Bullish kehilangan sedikit momentum dan itu mendorong investor jangka pendek menekan sisi jual, menempatkan harga di bawah tekanan."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS masih sedikit lebih tinggi setelah lelang obligasi pemerintah tiga tahun yang baik, dan menjelang rilis data penting minggu ini, termasuk inflasi harga konsumen pada Selasa waktu setempat. Sementara data penjualan ritel akan dirilis pada Kamis (15/4/2021).

Imbal hasil yang lebih tinggi mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dalam pernyataannya yang disiarkan pada Minggu (11/4/2021), mengatakan ekonomi AS berada pada "titik perubahan," dengan harapan lebih banyak pertumbuhan dan perekrutan dalam beberapa bulan mendatang. Dia juga mengutip risiko lonjakan kasus COVID-19 jika ada pembukaan kembali yang tergesa-gesa.

Emas kemungkinan mendapat keuntungan jika inflasi naik jauh lebih tinggi dari target, kata analis StoneX, Rhona O'Connell. "Jika kita mulai melihat percepatan inflasi dan orang-orang mulai berpikir suku bunga akan naik lagi, maka emas mungkin akan sedikit kesulitan."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 45,8 sen atau 1,81% menjadi US$ 24,867 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 34,5 atau 2,85% menjadi US$ 1.174,8 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN