Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Melemah oleh Penguatan Dolar AS

Rabu, 17 November 2021 | 06:47 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Emas kembali melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data penjualan ritel AS yang positif untuk Oktober memperkuat dolar, yang memicu aksi ambil untung untuk hari kedua berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$ 12,5 atau 0,67% menjadi US$ 1.854,10 per ounce. Di pasar spot, emas turun 0,6% menjadi US$ 1.851,80 per ounce pada pukul 18.41 GMT.

Penjualan ritel di Amerika Serikat bulan lalu meningkat lebih besar dari yang diperkirakan, memberikan dorongan ekonomi pada awal kuartal keempat dan mengirim dolar ke level tertinggi 16 bulan.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa (16/11) bahwa penjualan ritel AS naik 1,7% pada Oktober, mengalahkan ekspektasi pasar dan menunjukkan belanja konsumen Amerika tetap kuat.

Laporan menunjukkan konsumsi dapat menangani harga-harga tinggi dan tetap kuat. Ini positif untuk sentimen risiko, kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Sementara itu, Federal Reserve pada hari yang sama melaporkan bahwa produksi industri AS naik 1,6% pada Oktober setelah jatuh 1,3% pada September, mengalahkan perkiraan pasar.

Emas telah bertambah lebih dari 2% sejak Selasa lalu (9/11) setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS melonjak pada Oktober.

"Gagasan bahwa inflasi AS belum mencapai puncaknya akan mempertahankan tawaran beli emas dengan baik, selama The Fed tidak menyimpang dari pendekatannya yang sabar terhadap setiap kenaikan suku bunga," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin mengatakan pada Senin (15/11) bahwa Fed tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga, tetapi bank sentral harus menunggu untuk mengukur apakah inflasi dan kekurangan tenaga kerja terbukti lebih bertahan lama.

Kenaikan suku bunga cenderung membebani emas, karena mendorong imbal hasil obligasi naik, meningkatkan peluang kerugian memegang logam tersebut yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 16,1 sen atau 0,64% menjadi US$ 24,944 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 22,4 atau 2,04% menjadi US$ 1.074,5 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN